Pengaruh faktor alam dan
lingkungan terhadap bentuk kota dari segi aspek fisik/Topografi merupakan kondisi
fisik yang mudah dilihat dan yang mempengaruhi pertumbuhan dan keunikan kota adalah
landscape alamiah. Contoh landscape alamiah yaitu laut, sungai, dan
gunung.
Terdapat 2
jenis kota berdasarkan kondisi topografi yaitu :
- Kota perbukitan, memiliki karakteristik pola dan bentuk yang berkembang dengan mengikuti kondisi lereng perbukitan, dengan jaringan jalan yang melingkar mengikut kontur, lokasinya bisa terletak pada puncak bukit, lereng bukit, punggung bukit, ataupun kaki bukit. Contoh kota : Shimla di India
- Kota pada daerah aliran sungai, memiliki karakteristik sungai membelah kota menjadi dua bagian atau lebih, lalu dikatakan pula sebagai kota yang tumbuh di muara sungai. Contoh : Sungai Siak yang terletak di Pekanbaru.
Perkembangan kota berdasarkan kondisi
fisik perlu ada pertimbangan faktor
sumber daya alam yang akan mempengaruhi
pertumbuhan kota dan bentuk kota, seperti :
·
Geografi, dapat digunakan sebagai acuan untuk
menentukan layak tidaknya kawasan untuk dibangun untuk sarana kegiatan di
atasnya.
·
Topografi, dapat digunakan untuk menunjukkan perbedaan ketinggian,
bentuk-bentuk tampilan baik alami maupun buatan, relief, dan tumbuh-tumbuhan
·
Hidrografi, dapat digunakan untuk menunjukkan faktor
penentu kegiatan yang
akan dibangun di suatu kawasan. Kawasan yang mempunyai potensi hidrografi akan
menjadi ciri khusus pengembangannya.
·
Vegetasi, dapat digunakan untuk mengetahui jenis tumbuhan dengan fungsi sebagai penahan angin, pembatas, peneduh, penyaring debu, penghalang pandang
·
Ada empat faktor yang mempengaruhi bentuk fisik kota
1. Geografi, seperti ketebalan tanah,
sifat tanah dan batuan, serta ketahanan terhadap gempa/getaran. Geografi
diperlukan untuk merencanakan penempatan bangunan, kemudahan penggalian,
rencana pembuatan jalan, penentuan lokasi pembuangan limbah dan sarana
prasarana lainnya.
2. Topografi, berupa bentuk lahan seperti
lembah, gunung, perbukitan dan dataran. Topografi diperlukan untuk menentukan
sistem alam yang lain (misal pola aliran air, yang berpengaruh terhadap erosi
dan sedimentasi).
3. Hidrologi, untuk mengetahui pola aliran
sungai di suatu wilayah DAS yang dapat mempengaruhi bentuk suatu wilayah.
4. ????,
mempengaruhi
masyarakat untuk bergerak dalam memenuhi kebutuhan akan ekonomi.
Topografi
Topografi dalam arti luas adalah
permukaan tanah. Sedangkan definisi topografi menurut M. Suparno dan Marlina Endy adalah keadaan yang menggambarkan
kemiringan lahan, atau kontur lahan, semakin besar kontur lahanberarti
laahntersebut memiliki kemiringanlereng yang semakin besar.
Topografi
mempengaruhi pola perkembangan kota, adapun pola perkembangan kota sebagai
berikut:
1. Pola Menyebar, terjadi pada keadaan
topografi yang seragam dan ekonomi yang homogen.
2. Pola Sejajar, terjadi akibat adanya
perkembangan sepanjang jalan, lembah, sungai dan pantai.
3. Pola Merumpun, terjadi pada kota-kota yang
berhubungan dengan pertambangan dan topografi agak datar.
Macam-macam jenis kondisi topografi
wilayah, dibedakan menurut kelerengannya, yaitu :
1. Datar è 0-9,9%
2. Perbukitan è 10-24,9%
3. Pegunungan è >25%
Topografi mempengaruhi :
1. Aliran drainase
2. Jaringan jalan atau kesesuaian
akses dan sirkulasi
3. Perumahan dan permukiman
4. Wilayah potensial untuk
kegiatan tertentu
5. Mencegah dari bahaya
kecelakaan topografi
Macam-macam
Bentuk Kota
1. Kota Sungai
·
Terbentuk
oleh permukiman yang terletak ditepi sungai/pada pertemuan dua atau beberapa
sungai
·
Sungai
menjadi jalur transportasi utama yang menghubungkan keluar
·
Sungai
membelah beberapa bagian kota
·
Contoh
: Kota Samarinda
2. Kota Pelabuhan Alam
·
Dibentuk
oleh cekungan yang mengarah ke laut
·
Pola
jaringan jalan pada umumnya mengikuti karakter kontur, yaitu membentuk
jari-jari mengikuti lengkung cekungan
·
Jalur
utamamenghubungkan bagian atas dan bagian bawah kota secara total
·
Contoh
: Kota Cilacap
3. Kota Pertahanan Alam
·
Dibentuk
oleh lingkungan dan tapak
·
Dibangun
dengan pemanfaatan sifat kontur
·
Bagian
strategis pada puncak kontur dimanfaatkan sebagai jalur keluar masuk kota
·
Contoh
: Kota Troy
4. Kota Punggung Bukit
·
Bentuknya
mengadopsi konfigurasi bentuk dn ketinggian lereng
·
Jaringan
jalan utama sejajar dengan mengikuti bentuk lereng
·
Menunjukkan
kesesuaian antara buatan manusia dan alam
·
Contoh
: Kota Ragusa di Italia
5. Kota Puncak Bukit
·
Dibangun
dengan memanfaaatkan bentuk dari bukit
·
Cenderung
melingkar membentuk seperti kubah
·
Bangunan
utama berada di puncak dan jaringan jalannya membentuk lingkaran konsentris
mulai dari puncak sampai ke bawah
·
Contoh
: Kabupaten Istria di Kroasia
6. Kota Lereng Bukit
·
Lokasinya
berada di depanjang lereng bukit dan membentuk teras-teras bertingkat
·
Pemandangannya
cenderung menghadap ke arah lembah
·
Contoh
: Kota Assisi di Italia
Tidak ada komentar:
Posting Komentar