Morfologi Kota
Pada awal peradaban manusia aspek
ekonomi yang mempengaruhi kota ditentukan oleh jenis mata pencaharian
penduduknya. Hal ini terbagi menjadi 3 yaitu :
·
Periode
“memanfaatkan langsung apa yang diberikan oleh alam”
·
Kemampuan
“mengolah alam”
·
Muncul
kelompok pedagang yang mendorong tempat untuk melakukan transaksi perdagangan,
yaitu pasar
dan dari ketiga kelompok ini
terciptalah kelompok strata baru yaitu Pemimpin, prajurit, pedagang, dan petani
ˆSesudah mengenal peradaban,muncul 2
pola habitatyang mempengaruhi mata pencaharian warga, yaitu pola Rectalinier
dan Sirkular yaitu masyarakat yang bercocok tanam, mengikuti bentuk pematang sawah dan
masyarakat yang beternak.
Pada saat
itu telah tercipta kelompok strata yang lebih khusus seperti kelompok
pengrajin, ahli bangunan, ahli kriya, seniman, dan orang yang mendapat
kehormatan dalam lingkungan penguasa.
Contoh kota
yang memiliki spesifikasi strata khusus yaitu Kota Beidha dan Catal Huyuk yang
memiliki pengrajin batu, tulang, tenunan, permadani dan lainnya.
Ada 4 hal
yang menjadi syarat adanya kota, yaitu :
1. Pemisahan
wilayah terbangun (perkotaan) dengan perdesaan yang dibatasi tembok
2. Perkembangan
struktur kekuasaan
3. Perkembangan
spesialisasi kerajinan sebagai kegiatan basis perdagangan
4. Pengembangan
sistem irigasi
Ø Perdagangan
pada Periode Modern :
1. Perdagangan
modern diawali di New York oleh sekelompok pedagang yang mengadakan pertemuan
di bawah pohon Wall Street 68 tahun 1789, yang kemudian membentuk lembaga yang dinamakan
New York Exchange
2. Perdagangan
mulai bergeser dari penggunaan alat tukar bernama mata uang menjadi perdagangan
mengunakan surat berharga melalui lantai bursa
3. Pada tahun
1825, ketika kanal dibuka sekitar 1500 pedagang membuka usaha di New York dan
membuka 12 bank baru
4. Perkembangan
selanjutnya lebih banyak membuka kantor perdagangan baru,
5. New York
muncul sebagai kota modern dengan ikon sebagai pusat perdagangan tidak hanya di
USA tetapi juga di tingkat dua
Ø Faktor sosial yang mempengaruhi perubahan morfologi
kota adalah tatanan sosial masyarakat yang dicerminkan dalam wujud lingkungan
permukiman berdasarkan kedekatan kekerabatan, afiliasi kesukuan dan etnis. Norma yang
dianut masyarakatnya pun merupakan adopsi dari pemahaman kosmologi terhadap
kehidupan ritual yang bersifat transenden, kebiasaan hidup suku etnis, budaya
bermukim suku atau etnis yang menggambarkan strata atau hierarki, dan kearifan
local.
Ø Kota Delhi kuno merupakan salah satu contoh dari
suatu pola permukiman yang disebut labyrinth medina.
Ø Kota pada
periode Islam terlihat jelas pada model
kota-kota tradisional Islam di Marakesh, Aleppo, dan Tunisia. Wujud kota dibiarkan tumbuh dengan sendirian
berdasarkan penghormatan pada tradisi, kepemilikan dan visual privacy maka dari itu
pada periode ini dikenal dengan gagasan public dan private street untuk
komunitas yang tinggal dalam cluster yang sama.
Ø Ada beberapa
Jenis Fasilitas yang tersediia untuk memenuhi
kehidupan masyarakat kota, antara lain : 1. Masjid Besar
2.
Fasilitas local untuk para jamaah
3.
Sekolah
4.
Tempat pemakaman orang suci
5.
Pasar atau tempat berdagang
6.
Pemandian
Konsep lokal
Indonesia yaitu :
·
Akar budaya permukiman perkotaan di Indonesia diwarnai oleh tradiisi perdesaan yang
sangat dipengaruhi oleh struktur agraris dengan kehidupan sosial yang bertumpu
pada kehidupan gotong royong.
·
Permukiman desa merupakan
struktur dasar hunian terorganisir yang paling tua, dimana gotong royong untuk
mendirikan rumah menjadi gejala umum hampir di seluruh masyarakat nusantara
Kumpulan bangunan membentuk kota yang konsepnya disarikan dari Qur'an dan
Sunnah. Prinsip-prinsipnya didasarkan pada :
1.
Harm, kewajiban seseorang untuk melakukan perbuatan baik yang
tidak merugikan orang lain
2.
Interpendency, saling
ketergantungan antara masyarakat
3.
Privacy, terhadap suara dan
pandangan orang lain (wanita harus dilindungi dari penglihatan orang lain)
4.
Original use, penggunaan yang
sudah establish dan dikenal lama seperti posisi jendela dan pemisah dinding
5.
Building higher, izin yang
diberikan untuk membuat bangunan dengan tinggi yang telah disesuaikan dengan
peraturan yang ada
6.
Respect, menghargai milik
oranglain
7.
Pre-emption, peduli pada hak
dan penggunaan bersama dengan memberikan kesempatan kepada yang terlebih dahulu
menawa
8.
Shari, sebagai ruang publik dan
finna sebagai cul-de-sac
9.
Ruang publik, tidak boleh
terhalang secara permanen maupun temporer
Ø Konsep lokal
dalam pengembangan kota menunjukan bahwa budaya setempat memiliki pengaruh
besar terhadap sturktur sosial masyarakat yang mempengaruhi morfologi kotanya
Ø Secara
historis peradaban Hindu – Budha – Islam memberkan sumbangan penting bagi
berkembangnya struktur social masyarakat pada tingkat negara.
Ø Perkembangan
sosio – kultur masyarakat terutam pada era modern sangat mempengaruhi
perkembangan morphologi kotanya.
Setelah mengetahui proses perkembangan kota dari Aspek Sosial-Ekonomi, selanjutnya kita akan membahas perkembangan kota dari aspek Religius. Yuk simak...
Setelah mengetahui proses perkembangan kota dari Aspek Sosial-Ekonomi, selanjutnya kita akan membahas perkembangan kota dari aspek Religius. Yuk simak...
Bentuk
Kota Berdasarkan Faktor Religius
Pengertian
Kota Religius
• Kota suci yang menggambarkan
kegiatan ritual yang intens,
adanya kegiatan keagamaan yang di laksanakan
secara intens pada kota tersebut seperti di kudus sekitar masjid
• Kota tempat
lahirnya agama-agama,
seperti
mekah dan jerusalem
• Kota tempat pemujaan pada
dewa-dewa utama, seperti Amon di Thebes atau Siva di Benares
• Kota dimana raja menanamkan
pengaruh dan kekuasaannya dengan cara mengelaborasi pemaknaan kosmologi seperti
Jayavarman VII di Angkor Thom
• Memiliki
susunan spasial yang berkisar di sekitar makam–makam raja, bangunan suci berupa
candi, stupa, masjid dan lain-lain.
Islam
•
Contohnya
Kota Makkah, tempat pusat
beribadah
para Kaum Muslimin dan untuk menjalankan ibadah haji. Ka’bah merupakan bangunan yang
berbentuk kubus yang terletak ditengah-tengah masjidil haram,sebagai kiblat
bagi seluruh dunia.
•
Faktor perkembangan kota mekah dengan adanya ka’bah sebagai pusatnya,bertambah juga perkembangan pembangunan disekitar ka’bah dari waktu ke waktu.
Faktor perkembangan kota mekah dengan adanya ka’bah sebagai pusatnya,bertambah juga perkembangan pembangunan disekitar ka’bah dari waktu ke waktu.
Budha
•
Contohnya
Negara Thailand, dimana agama Buddha masuk ke Thailand sekitar abad ke-3 SM dan masuk kedua kalinya pada
abad ke-13.
•
Pada
saat itu, 90% masyarakat Thailand adalah umat Buddha Theravada. Banyaknya
sekolah-sekolah agama Buddha di kawasan Thailand yang lebih didasarkan murni
pada ajaran-ajaran Siddharta Gautama.
•
Perkembangan
agama Buddha di Thailand dipengaruhi besar dari sekolah agama Buddha Theravada,
dibawa dari Sri Lanka.
NASRANI
•
Contohnya
Negara Vatikan, merupakan negara terkecil di dunia yang berdiri diatas kota
roma, yang dimana
pada tahun 326, gereja pertama dibangun di atas tempat yang diperkirakan
sebagai makam Santo Petrus.
•
Dengan
basilica santo petrus sebgai pusat kegiatan masyarakat serta gedung-gedung di
sekitarnya berfungsi sebgai gedung-gedung pemerintahan kota dan sebagainya.
Bagian baratnya difungsikan sebagai
ruang terbuka hijau (garden of vatikan).
•
Pusatnya adalah pelayanan umum kota dengan jalan –jalan yang membentuk blok persegi. Pada abad pertengahan, ditambahkan desain untuk pertahanan berupa dinding yang melingkari kota. Jalanan utama dibuat lebar dan menjadi jalan langsung menuju alun-alun kota di tengah
Pusatnya adalah pelayanan umum kota dengan jalan –jalan yang membentuk blok persegi. Pada abad pertengahan, ditambahkan desain untuk pertahanan berupa dinding yang melingkari kota. Jalanan utama dibuat lebar dan menjadi jalan langsung menuju alun-alun kota di tengah
HINDU
• Contohnya Kota Bali di
Indonesia, mempunyai arsitektural bangunan yang menjadi ciri khas agama hindu,
seperti adanya pelinggih pada rumah-rumah yang ada di Bali sebagai tempat
pemberian syukur atas apa yang dipunya hari ini
• Terdapat kegiatan keagamaan
yag rutin, misalnya hari raya galungan yang diadakan setiap 210 hari sekali dan
identik dengan penjor yang dipasang ditepi jalan dan serangkaian kegiatan
sebelum hari Nyepi.
Kesimpulan
•
Arsitektur
bangunan dan pusat kegiatan mempengaruhi morfologi kota memberikan ciri khusus
berdasarkan aspek religius
•
Adanya
pusat kegiatan religi memberikan dampak bagi perkembangan kota
Tidak ada komentar:
Posting Komentar