Pengikut

Selasa, 30 Juni 2015

EKC NGEBLOG WEEK 3 -The Sickness- (2)

"Setiap manusia memiliki cita-cita namun terkadang apa yang dicita-citakannya itu terhalang oleh keterbatasaan dan ketidaksempurnan hidup. Untuk itulah kita perlu memiliki mimpi sebagai api penyulutnya, namun mimpi saja tidaklah cukup karena harus ada perjuangan dan kerja keras untuk menggapai mimpi kita.

Itulah juga yang dialami Gusni, seorang perempuan yang berjuang untuk mimpinya, ia mencintai hidupnya di tengah segala keterbatasan dan waktu singkat yang dimilikinya. Semenjak lahir Gusni memiliki kelebihan yang sekaligus akan menjadi keterbatasannya. Ia terlahir dengan berat badan 6 kg!, dua kali lipat dari berat badan bayi-bayi normal"

Yap, sesuai dengan Tema EKCNGEBLOG Week 3 'The Sickness' yang artinya -kita wajib bahas novel bertema penyakit- gua dengan senang hati bakal bahas Novel '2' yang juga merupakan Karya kedua dari pengarangnya, Donny Dhirgantoro.

Seperti sinopsis singkat yang udah gw tulisin di awal. Novel ini menceritakan seorang wanita bernama Gusni Annisa Puspita yang mengidap penyakit Obesitas. Tau? Obesitas merupakan sebuah kondisi kronis di mana terjadinya penumpukan lemak di dalam tubuh sehingga melebihi batas yang baik untuk kesehatan. Gusni menderita penyakit ini sejak lahir disebabkan faktor keturunan dari kakek dan neneknya yang membuatnya juga diprediksi bakal meninggal dalam usia 25 tahun.

Tidak hanya mengisahkan penyakit di sepanjang kisah yang akan membuat kita 'bermelow melow ria' , novel ini juga mempunyai segudang motivasi di dalamnya. Terutama sih buat orang orang yang lagi dalam proses diet dan males olahraga nih, pasti langsung bakal termotivasi agar terhindar dari penyakit Obesitas
Di dalam novel ini kita benar benar diajak oleh Donny untuk menyaksikan perjuangan seorang Gusni agar bisa sembuh dari Obesitasnya. Dimulai dari harus bangun dan lari setiap jam 5 subuh sampai bermain bulu tangkis hingga Gusni berhasil menjadi Timnas Bulu Tangkis Indonesia. Segala halangan dan rintangan yang dihadapinya mulai dari larangan orang tua yang terlalu mengkhawatirkannya, kekalahan yang terus dipetiknya tak membuat Gusni mundur. Ia selalu berkata "Aku ingin meninggal dalam keadaan berjuang. Bukan dalam keadaan menyerah". Tekad kuat Gusni akhirnya membuahkan hasil yang manis dengan mendapatkan gelar Juara Pertama untuk Indonesia.

Novel ini memotivasi kita untuk jangan mudah menyerah hanya karena kita mengidap sebuah penyakit. Mengajarkan kita untuk berani melawan, berani memutuskan untuk terus berjuang demi impian kita, dan berani memutuskan untuk terus mencintai hidup yang tidak pernah sempurna.

Ya, Memutuskan untuk berani mencintai, dan mencintai dengan berani…

Tidak ada komentar:

Posting Komentar