Pengikut

Selasa, 28 Juli 2015

EKC NGEBLOG WEEK-5 (9 Summers 10 Autumns)

Malam itu aku hanya mampu mengulum doa dalam bibirku. Hanya mampu mengayunkan jemari tanpatahu siapa yang akan  menggapainya. Mereka semakin menjeratku, tangan besar itu kian mencengkeram erat lengan lemah tak berisiku. Belumlah aku sempat melihat merah jingga kembang api di langit New York untuk kali pertamanya, belumlah aku merasakan euphoria hari kemerdekaan negara itu. Justru sekarang darahku tengah serasa membeku merasakan dinginnya permukaan pisau lipat dua orang tak ku kenal sewaktu menuju Stasiun Fleetwood.

Aloha, Wilujeung Morning readers kece! Minal Aidin Wal Faidzin dulu ya mwahmwah :*

Sesuai dengan tema EKC NGEBLOG kali ini yaitu 'The Journey' gue pengen ngreview novel yang menceritakan catatan perjalanan penulisnya yaitu Iwan Setyawan, seorang anak supir angkot dari Malang dari berhasil mendapat pekerjaan yang bagus di New York.

Seperti sinopsis yang udah gua tulisin di awal, Novel berjudul “9 Summer 10 Autmn, Dari Kota Apel ke The Big Apple” ini merupakan catatan perjalanan seorang anak supir angkot dari Malang yaitu Iwan Setyawan. Latar belakang keluarganya yang serba kekurangan membuat ia cukup merasakan perihnya hidup tapi itu malah membuatnya semakin berusaha dan tak menyurutkan mimpi mimpinya. Taraf ekonomi dan pendidikan keluarga yang rendah tak membuat orang tua Iwan pantang menyerah. Perjalanan yang ditempuh Iwan ini mungkin sangat cocok dibaca buat teenager2 yang baru mau menentukan masa depan atau baru masuk kuliah nih kaya TS *eaaaa* perjalanan dimulai ketika Iwan lulus SMA, ia mendapat undangan untuk masuk Institut Pertanian Bogor. Berkat perjuangan keras Iwan dan Orang Tuanya akhirnya, ia berhasil kuliah di IPB jurusan Statistika. Ia selalu yakin apa yang ia lakukan sekarang akan berimbas bagi kehidupannya mendatang. Kerja keras Iwan dan do’a dari keluarga membawanya ke gerbang kesuksesan. Setelah lulus dari IPB, Iwan diterima bekerja di AC Nielsen Jakarta sebagai data analyst selama 2 tahun, lalu di Danareksa Research Institute (DRI). Tak lama berkarier di DRI, Iwan mendapat tawaran yang mungkin aja kalo gua yang dapet langsung bilang "Yes" saat itu juga, yaitu sebagai data processing executive di Nielsen International Research di New York, AS. Berkesempatan untuk berkarier di perusahaan multinasional di negara Paman Sam vroh! Setelah 8 tahun berkarir di New York, Iwan berhasil menduduki posisi tinggi sebagai Director Internal Client Management di Nielsen Consumer Research, NewYork.

Bayangin aja seorang Iwan yang notabenenya anak seorang supir angkot bisa jadi Director Internal Client Management di NY, motivasinya sih gini silahkan tanya ke diri masing masing, kapan kita berani bermimpi seperti Iwan? Kapan kita mulai usaha buat ngewujudin mimpi mimpi itu? Tunggu tua?...........

Tidak ada komentar:

Posting Komentar