Pengikut

Sabtu, 25 Juli 2015

Alone

Jangan mudah percaya dengan suara yang kau dengar, bahkan dengan suara yang familiar sekalipun. bisa jadi itu hanyalah tipuan agar kau membukakan pintu untuknya.
.....


Suasana di sini bener bener Creepy sekarang! Aku mendadak harus tinggal sendirian di rumah karena orang tua –dan tentu saja adik ku satu satunya yang tidak mau ditinggal denganku- harus pergi menjenguk Pamannya Papa yang sedang sakit. Sebenarnya aku ga masalah harus sendiri di rumah kalau saja sekarang tidak ada suara hujan yang benar benar mengganggu telingaku. Aku takut suara hujan yang terlalu deras dan berasal dari genting! Ya benar. Sangat takut! Awalnya aku sudah mulai tenang karena suara di telingaku dapat menutupi suara hujan tersebut. Tapi tak cukup sampai disitu ternyata oknum berinisial ‘P.L.N’ berulah dengan mematikan listrik di daerah rumahku. Hebat! Haha, ya hebat. Kalian semua berhasil membangun suasana menyeramkan yang mengelilingi seorang gadis yang gemetaran di bawah selimutnya. Aku tak bisa mengambil penerangan, karena aku tidak tau dimana Mama menaruhnya dan kaki ku sedang sakit sekali akibat terjatuh dari motor kemaren –ini alasan aku ditinggal di rumah sebenarnya-
Satu satunya penerangan yang ada di tanganku saat ini hanyalah sebuah Handphone yang menyisakan 2 garis di layar baterainya.

Aku mulai membuka social mediaku dari handphone ini. Aku mulai tenang, tenang sebelum aku mendengar sebuah senandung dari luar sana. Siapa? Adakah tetanggku yang iseng bernyanyi di dekat rumahku pada saat hujan dan mati lampu seperti ini? Suara begitu lembut dan terputus putus. Aku bersyukur kakiku sedang sakit sekarang jadi aku tidak perlu melakukan pengecekan asal suara seperti di film film untuk mengobati rasa penasaranku. Suara itu pun hilang.
15 menit kemudian aku mendengar suara anak kecil tertawa. Mungkin mereka semua sudah datang,pikirku saat itu. Namun baru saja aku hendak berjalan keluar kamar sebuah pesan masuk ke HPku dan berbunyi
“Kami bawa kunci cadangan dan kami sudah di dalam sekarang. Tapi disini sangat gelap, kamu dimana? Bisa tolong bawakan lilin? Atau tunjukan saja dimana letak lilinnya.”
Aku berjalan mundur, kembali ke kasurku dan kembali menutup selimutku rapat rapat. Aku bukannya anak durhaka atau anak pemalas yang tidak mau menolong orang tuaku, tapi.. selama ini kami tidak pernah memiliki kunci cadangan dan Mama tidak pernah bertanya denganku soal letak lilin karena dialah yang paling tau. Siapa mereka? Aku ketakutan. Sangat ketakutan.
Nada SMS di HPku kembali berbunyi
“Hey kamu dimana? Apa kamu di kamar?”
Aku segera mengingat ngingat apakah pintu kamarku sudah  terkunci. Ya, sudah terkunci. Aku selalu mengunci kamar ini setiap kali aku masuk. Aku mendengar langkah sepatu di lantai bawah. Langkah yang sepertinya sedang mencari cari sesuatu. Kali ini aku sangat berharap lampu tidak akan menyala dengan cepat dan membuat penjahat di bawah menemukanku.
10 menit…20 menit…dan suara itupun hilang. Aku yakin mereka semua sudah pergi. Aku aman.

Tak lama kemudian aku mendengar suara mobil di luar. Itu pasti orang tuaku. Aku membuka kamar dan membukakan pintu  rumah untuk mereka. Aku memeluk Mama. Aku saangat ketakutan sekarang. sangat beruntung, lampu menyala tepat ketika orang tuaku datang dan membuatku melihat wajah wajah yang..ternyata sangat asing. Mereka bukan orang tuaku!! Aku mengambil langkah mundur dan melepaskan pelukanku
“Siapa kalian?”, tanyaku
Seorang pria dan wanita yang tersenyum sangat menyeramkan di depanku.
“Kami berpikir untuk memarkir mobil di depan sini dan ternyata itu memancingmu turun juga”,ucap sang pria
“Persis seperti informasi yang kita selidiki selama ini. Kau anak yang bodoh dan sembrono”
“Ucapkan selamat tinggal”
Aku melihat benda tajam itu mengarah ke mataku, dan.. semuanya gelap.

Oke, ini sebenernya gabungin dari true story yang akhirnya kecampur sama fiksi *pasti pada taulah yang mana bagian fiksinya*
Jadi TS ini newbie dan sama sekali ga  bisa ngarang Creepystory huhu #MaafkanTS #SayangiTS #SaveTS #JanganBullyAqoeh #AmvunQaqa

Terimakasih :*

Tidak ada komentar:

Posting Komentar