Jangan mudah percaya dengan suara yang kau dengar, bahkan dengan suara yang familiar sekalipun. bisa jadi itu hanyalah tipuan agar kau membukakan pintu untuknya.
.....
.....
Suasana di sini bener bener
Creepy sekarang! Aku mendadak harus tinggal sendirian di rumah karena orang tua
–dan tentu saja adik ku satu satunya yang tidak mau ditinggal denganku- harus
pergi menjenguk Pamannya Papa yang sedang sakit. Sebenarnya aku ga masalah
harus sendiri di rumah kalau saja sekarang tidak ada suara hujan yang benar
benar mengganggu telingaku. Aku takut suara hujan yang terlalu deras dan
berasal dari genting! Ya benar. Sangat takut! Awalnya aku sudah mulai tenang
karena suara di telingaku dapat menutupi suara hujan tersebut. Tapi tak cukup
sampai disitu ternyata oknum berinisial ‘P.L.N’ berulah dengan mematikan
listrik di daerah rumahku. Hebat! Haha, ya hebat. Kalian semua berhasil
membangun suasana menyeramkan yang mengelilingi seorang gadis yang gemetaran di
bawah selimutnya. Aku tak bisa mengambil penerangan, karena aku tidak tau
dimana Mama menaruhnya dan kaki ku sedang sakit sekali akibat terjatuh dari
motor kemaren –ini alasan aku ditinggal di rumah sebenarnya-
Satu satunya penerangan yang ada
di tanganku saat ini hanyalah sebuah Handphone yang menyisakan 2 garis di layar
baterainya.
Aku mulai membuka social mediaku
dari handphone ini. Aku mulai tenang, tenang sebelum aku mendengar sebuah
senandung dari luar sana. Siapa? Adakah tetanggku yang iseng bernyanyi di dekat
rumahku pada saat hujan dan mati lampu seperti ini? Suara begitu lembut dan
terputus putus. Aku bersyukur kakiku sedang sakit sekarang jadi aku tidak perlu
melakukan pengecekan asal suara seperti di film film untuk mengobati rasa
penasaranku. Suara itu pun hilang.
15 menit kemudian aku mendengar
suara anak kecil tertawa. Mungkin mereka semua sudah datang,pikirku saat itu.
Namun baru saja aku hendak berjalan keluar kamar sebuah pesan masuk ke HPku dan
berbunyi
“Kami bawa kunci cadangan dan
kami sudah di dalam sekarang. Tapi disini sangat gelap, kamu dimana? Bisa
tolong bawakan lilin? Atau tunjukan saja dimana letak lilinnya.”
Aku berjalan mundur, kembali ke
kasurku dan kembali menutup selimutku rapat rapat. Aku bukannya anak durhaka
atau anak pemalas yang tidak mau menolong orang tuaku, tapi.. selama ini kami
tidak pernah memiliki kunci cadangan dan Mama tidak pernah bertanya denganku
soal letak lilin karena dialah yang paling tau. Siapa mereka? Aku ketakutan.
Sangat ketakutan.
Nada SMS di HPku kembali berbunyi
“Hey kamu dimana? Apa kamu di
kamar?”
Aku segera mengingat ngingat
apakah pintu kamarku sudah terkunci. Ya,
sudah terkunci. Aku selalu mengunci kamar ini setiap kali aku masuk. Aku
mendengar langkah sepatu di lantai bawah. Langkah yang sepertinya sedang
mencari cari sesuatu. Kali ini aku sangat berharap lampu tidak akan menyala
dengan cepat dan membuat penjahat di bawah menemukanku.
10 menit…20 menit…dan suara
itupun hilang. Aku yakin mereka semua sudah pergi. Aku aman.
Tak lama kemudian aku mendengar
suara mobil di luar. Itu pasti orang tuaku. Aku membuka kamar dan membukakan
pintu rumah untuk mereka. Aku memeluk
Mama. Aku saangat ketakutan sekarang. sangat beruntung, lampu menyala tepat
ketika orang tuaku datang dan membuatku melihat wajah wajah yang..ternyata
sangat asing. Mereka bukan orang tuaku!! Aku mengambil langkah mundur dan
melepaskan pelukanku
“Siapa kalian?”, tanyaku
Seorang pria dan wanita yang
tersenyum sangat menyeramkan di depanku.
“Kami berpikir untuk memarkir
mobil di depan sini dan ternyata itu memancingmu turun juga”,ucap sang pria
“Persis seperti informasi yang
kita selidiki selama ini. Kau anak yang bodoh dan sembrono”
“Ucapkan selamat tinggal”
Aku melihat benda tajam itu
mengarah ke mataku, dan.. semuanya gelap.
Oke, ini sebenernya gabungin dari
true story yang akhirnya kecampur sama fiksi *pasti pada taulah yang mana
bagian fiksinya*
Jadi TS ini newbie dan sama
sekali ga bisa ngarang Creepystory huhu
#MaafkanTS #SayangiTS #SaveTS #JanganBullyAqoeh #AmvunQaqa
Terimakasih :*
Tidak ada komentar:
Posting Komentar