Pengikut

Minggu, 16 Oktober 2016

Dia, Adalah Dilanku...Cintaku... 1990

Hapsun! Di hari minggu yang cerah tapi 5 menit yang lalu berubah jadi mendung ini akhirnya bisa ngeblog sesuatu yang sebenernya ga penting penting amat ((lagi)). Tapi ini penting buat saya selaku penulis dan anda anda yang sedang kasmaran dengan sosok pria bernama DILAN! Whoop!

Jadi ceritanya kemaren pas awal-awal kuliah udah denger soal Dilan ini tapi sama sekali ga tertarik buat ngebacanya karena sempat salah ngebaca sinopsis *entah Dilan mana yang aku baca waktu itu* soal Dilan yang anak band badung lalala dan kayanya gaada menarik menariknya. Beberapa kali ke gramedia *terakhir kemaren waktu minggu ribet Critical Review ehem* masih ngeliat buku Dilan 1990 dan Dilan 1991 bertengger manis di atas meja buku dan beberapa kali juga ngeliat mba-mba excited banget pas ngeliat novel itu, Oke, penasaran dimulai pada saat itu! Terimakasih mba-mba pengunjung gramed, suara histeris anda mengantar saya membaca novel kece ini.
Setelah pulang dari gramedia *aku ga beli novelnya dan ga bakal beli, sayang duit bos* langsung aja nyari-nyari ebook novel si Dilan ini, susah banget nyarinya tapi makin bikin penasaran dan akhirnya....gotcha! Dapet novel pdf si Dilan ini, langsung lah ngebaca dari jam 8 malam *seolah olah ga punya tugas aja manusia ini* rencananya mau baca-baca dikit aja gataunya keterusan wkwk alurnya bener-bener ga bikin bosen dan dari awal cerita aku udah tertarik banget sama sosok Dilan ini.
"Iqra..Milea!
'Bismillahirahmanirrahim. Dengan rahmat Allah yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Dengan ini, dengan penuh perasaan. mengundang Milea Adnan untuk sekolah pada hari : Senin, Selasa, Rabu. Kamis, Jum'at, dan Sabtu"

"Pemberitahuan-Sejak sore kemaren, aku sudah mencintaimu-Dilan"

"Hei Nandan, kamu tahu gak?"
"Tahu apa?"
"Aku mencintai Milea?"
"he he he" Nandan tersenyum sambil sekilas memandangku
"Tapi malu mau bilang", tambah Dilan lagi
"Itu sudah bilang? he he"
"Aku kan bilang ke kamu bukan ke dia"
"Dia dengar kan?"
"mudah mudahan"

ah kalau ngetik semua ucapan Dilan di novel ga bakal ada habisnya. Semuanya bagus dan semuanya romantis. Siapa coba yang ga bakal merasa hari-harinya jauh dari kata bosan kalo ada 1 aja manusia kaya Dilan yang punya seribu cara unik untuk Milea, mulai dari surat-suratnya yang sebenernya ga penting, hadiah-hadiah yang dititip ke tukang sayur, tukang koran, manggilin tukang pijit buat Milea, belagak nanya orang lain setiap kali nelpon Milea, bahkan ngajak pembantu Milea buat ngobrol ngalor ngidul ga jelas. Belum lagi pembawaan Dilan yang asik, seru, rame, tegas, pemberani, gengstre bijaksana, dan yaaaaa dia luar biasa!
"bagaimana dengan Beni? Ya, aku pacaran dengan dia. Tapi, aku mau ke dia karena dulu belum tahu bahwa di dunia ini ada Dilan. Mengerti kan? Coba jadi aku deh biar bisa kau maklumi.

Siapa yang gamau jadi Milea sih? hahah. Terimakasih Surayah Pidi Baiq sudah menciptakan karakter-karakter luar biasa seperti si Dilan ini dan membuat para cewe jadi berkhayal tingkat tinggi hihi.
"Nanti, kalau kamu mau tidur..Percayalah aku sedang mengucapkan selamat tidur dari jauh. Kamu ga akan dengar"

"Selamat tidur juga Dilan"...

 

Kamis, 06 Oktober 2016

Perkembangan Kota dari Aspek Sosial-Ekonomi dan Religius



Morfologi Kota
Pada awal peradaban manusia aspek ekonomi yang mempengaruhi kota ditentukan oleh jenis mata pencaharian penduduknya. Hal ini terbagi menjadi 3 yaitu :
·         Periode “memanfaatkan langsung apa yang diberikan oleh alam”
·         Kemampuan “mengolah alam”
·         Muncul kelompok pedagang yang mendorong tempat untuk melakukan transaksi perdagangan, yaitu pasar
dan dari ketiga kelompok ini terciptalah kelompok strata baru yaitu Pemimpin, prajurit, pedagang, dan petani
ˆSesudah mengenal peradaban,muncul 2 pola habitatyang mempengaruhi mata pencaharian warga, yaitu pola Rectalinier dan Sirkular  yaitu masyarakat yang bercocok tanam, mengikuti bentuk pematang sawah dan masyarakat yang beternak.
Pada saat itu telah tercipta kelompok strata yang lebih khusus seperti kelompok pengrajin, ahli bangunan, ahli kriya, seniman, dan orang yang mendapat kehormatan dalam lingkungan penguasa.
Contoh kota yang memiliki spesifikasi strata khusus yaitu Kota Beidha dan Catal Huyuk yang memiliki pengrajin batu, tulang, tenunan, permadani dan lainnya.
Ada 4 hal yang menjadi syarat adanya kota, yaitu :
1.    Pemisahan wilayah terbangun (perkotaan) dengan perdesaan yang dibatasi tembok
2.    Perkembangan struktur kekuasaan
3.    Perkembangan spesialisasi kerajinan sebagai kegiatan basis perdagangan
4.    Pengembangan sistem irigasi

Ø  Perdagangan pada Periode Modern :
1.    Perdagangan modern diawali di New York oleh sekelompok pedagang yang mengadakan pertemuan di bawah pohon Wall Street 68 tahun 1789, yang kemudian membentuk lembaga yang dinamakan New York Exchange
2.    Perdagangan mulai bergeser dari penggunaan alat tukar bernama mata uang menjadi perdagangan mengunakan surat berharga melalui lantai bursa
3.    Pada tahun 1825, ketika kanal dibuka sekitar 1500 pedagang membuka usaha di New York dan membuka 12 bank baru
4.    Perkembangan selanjutnya lebih banyak membuka kantor perdagangan baru,
5.    New York muncul sebagai kota modern dengan ikon sebagai pusat perdagangan tidak hanya di USA tetapi juga di tingkat dua

Ø  Faktor sosial yang mempengaruhi perubahan morfologi kota adalah tatanan sosial masyarakat yang dicerminkan dalam wujud lingkungan permukiman berdasarkan kedekatan kekerabatan, afiliasi kesukuan dan etnis. Norma yang dianut masyarakatnya pun merupakan adopsi dari pemahaman kosmologi terhadap kehidupan ritual yang bersifat transenden, kebiasaan hidup suku etnis, budaya bermukim suku atau etnis yang menggambarkan strata atau hierarki, dan kearifan local.
Ø  Kota Delhi kuno merupakan salah satu contoh dari suatu pola permukiman yang disebut labyrinth medina.
Ø  Kota pada periode Islam terlihat jelas pada model kota-kota tradisional Islam di Marakesh, Aleppo, dan Tunisia. Wujud kota dibiarkan tumbuh dengan sendirian berdasarkan penghormatan pada tradisi, kepemilikan dan visual privacy maka dari itu pada periode ini dikenal dengan gagasan public dan private street untuk komunitas yang tinggal dalam cluster yang sama.
Ø  Ada beberapa Jenis Fasilitas yang tersediia untuk memenuhi kehidupan masyarakat kota, antara lain : 1. Masjid Besar
                              2. Fasilitas local untuk para jamaah
                              3. Sekolah
                              4. Tempat pemakaman orang suci
                              5. Pasar atau tempat berdagang
                              6. Pemandian
Konsep lokal Indonesia yaitu :
·         Akar budaya permukiman perkotaan di Indonesia diwarnai oleh tradiisi perdesaan yang sangat dipengaruhi oleh struktur agraris dengan kehidupan sosial yang bertumpu pada kehidupan gotong royong.
·         Permukiman desa merupakan struktur dasar hunian terorganisir yang paling tua, dimana gotong royong untuk mendirikan rumah menjadi gejala umum hampir di seluruh masyarakat nusantara
Kumpulan bangunan membentuk kota yang konsepnya disarikan dari Qur'an dan Sunnah. Prinsip-prinsipnya didasarkan pada :
1.    Harm, kewajiban seseorang untuk melakukan perbuatan baik yang tidak merugikan orang lain
2.    Interpendency, saling ketergantungan antara masyarakat
3.    Privacy, terhadap suara dan pandangan orang lain (wanita harus dilindungi dari penglihatan orang lain)
4.    Original use, penggunaan yang sudah establish dan dikenal lama seperti posisi jendela dan pemisah dinding
5.    Building higher, izin yang diberikan untuk membuat bangunan dengan tinggi yang telah disesuaikan dengan peraturan yang ada
6.    Respect, menghargai milik oranglain
7.    Pre-emption, peduli pada hak dan penggunaan bersama dengan memberikan kesempatan kepada yang terlebih dahulu menawa
8.    Shari, sebagai ruang publik dan finna sebagai cul-de-sac
9.    Ruang publik, tidak boleh terhalang secara permanen maupun temporer
Ø    Konsep lokal dalam pengembangan kota menunjukan bahwa budaya setempat memiliki pengaruh besar terhadap sturktur sosial masyarakat yang mempengaruhi morfologi kotanya
Ø    Secara historis peradaban Hindu – Budha – Islam memberkan sumbangan penting bagi berkembangnya struktur social masyarakat pada tingkat negara.
Ø    Perkembangan sosio – kultur masyarakat terutam pada era modern sangat mempengaruhi perkembangan morphologi kotanya.

Setelah mengetahui proses perkembangan kota dari Aspek Sosial-Ekonomi, selanjutnya kita akan membahas perkembangan kota dari aspek Religius. Yuk simak...

Bentuk Kota Berdasarkan Faktor Religius
Pengertian Kota Religius
       Kota suci yang menggambarkan kegiatan ritual yang intens,  adanya kegiatan keagamaan yang di laksanakan secara intens pada kota tersebut seperti di kudus sekitar masjid
       Kota tempat lahirnya agama-agama, seperti mekah dan jerusalem
       Kota tempat pemujaan pada dewa-dewa utama, seperti Amon di Thebes atau Siva  di Benares
       Kota dimana raja menanamkan pengaruh dan kekuasaannya dengan cara mengelaborasi pemaknaan kosmologi seperti Jayavarman VII di Angkor Thom
       Memiliki susunan spasial yang berkisar di sekitar makam–makam raja, bangunan suci berupa candi, stupa, masjid dan lain-lain.
Islam
       Contohnya Kota Makkah, tempat pusat beribadah para Kaum Muslimin dan untuk menjalankan ibadah haji. Ka’bah merupakan bangunan yang berbentuk kubus yang terletak ditengah-tengah masjidil haram,sebagai kiblat bagi seluruh dunia.
      
Faktor perkembangan kota mekah dengan adanya ka’bah sebagai  pusatnya,bertambah juga perkembangan pembangunan  disekitar ka’bah dari waktu ke waktu.

Budha
       Contohnya Negara Thailand, dimana agama Buddha masuk ke Thailand sekitar abad ke-3 SM dan masuk kedua kalinya pada abad ke-13.
       Pada saat itu, 90% masyarakat Thailand adalah umat Buddha Theravada. Banyaknya sekolah-sekolah agama Buddha di kawasan Thailand yang lebih didasarkan murni pada ajaran-ajaran Siddharta Gautama.
       Perkembangan agama Buddha di Thailand dipengaruhi besar dari sekolah agama Buddha Theravada, dibawa dari Sri Lanka.

NASRANI
       Contohnya Negara Vatikan, merupakan negara terkecil di dunia yang berdiri diatas kota roma, yang dimana pada tahun 326, gereja pertama dibangun di atas tempat yang diperkirakan sebagai makam Santo Petrus.
       Dengan basilica santo petrus sebgai pusat kegiatan masyarakat serta gedung-gedung di sekitarnya berfungsi sebgai gedung-gedung pemerintahan kota dan sebagainya. Bagian baratnya difungsikan sebagai  ruang terbuka hijau (garden of vatikan).
      
Pusatnya adalah pelayanan umum kota dengan jalan –jalan yang membentuk blok persegi. Pada abad pertengahan, ditambahkan desain untuk pertahanan berupa dinding yang melingkari kota. Jalanan utama dibuat lebar dan menjadi jalan langsung menuju alun-alun kota di tengah

HINDU
       Contohnya Kota Bali di Indonesia, mempunyai arsitektural bangunan yang menjadi ciri khas agama hindu, seperti adanya pelinggih pada rumah-rumah yang ada di Bali sebagai tempat pemberian syukur atas apa yang dipunya hari ini
       Terdapat kegiatan keagamaan yag rutin, misalnya hari raya galungan yang diadakan setiap 210 hari sekali dan identik dengan penjor yang dipasang ditepi jalan dan serangkaian kegiatan sebelum hari Nyepi.

Kesimpulan
       Arsitektur bangunan dan pusat kegiatan mempengaruhi morfologi kota memberikan ciri khusus berdasarkan aspek religius
       Adanya pusat kegiatan religi memberikan dampak bagi perkembangan kota
 


Kamis, 29 September 2016

Resume Aspek Fisik Morfologi Kota



Pengaruh faktor alam dan lingkungan terhadap bentuk kota dari segi aspek fisik/Topografi merupakan kondisi fisik yang mudah dilihat dan yang mempengaruhi pertumbuhan dan keunikan kota adalah landscape alamiah. Contoh landscape alamiah yaitu laut, sungai, dan gunung.
Terdapat 2 jenis kota berdasarkan kondisi topografi yaitu :
  1. Kota perbukitan, memiliki karakteristik pola dan bentuk yang berkembang dengan mengikuti kondisi lereng perbukitan, dengan jaringan jalan yang melingkar mengikut kontur, lokasinya bisa terletak pada puncak bukit, lereng bukit, punggung bukit, ataupun kaki bukit. Contoh kota : Shimla di India
  2. Kota pada daerah aliran sungai, memiliki karakteristik sungai membelah kota menjadi dua bagian atau lebih, lalu dikatakan pula sebagai kota yang tumbuh di muara sungai. Contoh : Sungai Siak yang terletak di Pekanbaru.

Perkembangan kota berdasarkan kondisi fisik perlu ada pertimbangan faktor sumber daya alam yang akan mempengaruhi pertumbuhan kota dan bentuk kota, seperti :
·         Geografi, dapat digunakan sebagai acuan untuk menentukan layak tidaknya kawasan untuk dibangun untuk sarana kegiatan di atasnya.
·         Topografi, dapat digunakan untuk menunjukkan perbedaan ketinggian, bentuk-bentuk tampilan baik alami maupun buatan, relief, dan tumbuh-tumbuhan
·         Hidrografi, dapat digunakan untuk menunjukkan faktor penentu kegiatan yang akan dibangun di suatu kawasan. Kawasan yang mempunyai potensi hidrografi akan menjadi ciri khusus pengembangannya.
·         Vegetasi, dapat digunakan untuk mengetahui jenis tumbuhan dengan fungsi sebagai penahan angin, pembatas, peneduh, penyaring debu, penghalang pandang
·          
Ada empat faktor yang mempengaruhi bentuk fisik kota
1.    Geografi, seperti ketebalan tanah, sifat tanah dan batuan, serta ketahanan terhadap gempa/getaran. Geografi diperlukan untuk merencanakan penempatan bangunan, kemudahan penggalian, rencana pembuatan jalan, penentuan lokasi pembuangan limbah dan sarana prasarana lainnya.
2.    Topografi, berupa bentuk lahan seperti lembah, gunung, perbukitan dan dataran. Topografi diperlukan untuk menentukan sistem alam yang lain (misal pola aliran air, yang berpengaruh terhadap erosi dan sedimentasi).
3.    Hidrologi, untuk mengetahui pola aliran sungai di suatu wilayah DAS yang dapat mempengaruhi bentuk suatu wilayah.
4.    ????, mempengaruhi masyarakat untuk bergerak dalam memenuhi kebutuhan akan ekonomi.

Topografi

Topografi dalam arti luas adalah permukaan tanah. Sedangkan definisi topografi menurut M. Suparno dan Marlina Endy adalah keadaan yang menggambarkan kemiringan lahan, atau kontur lahan, semakin besar kontur lahanberarti laahntersebut memiliki kemiringanlereng yang semakin besar.
            Topografi mempengaruhi pola perkembangan kota, adapun pola perkembangan kota sebagai berikut:
1.    Pola Menyebar, terjadi pada keadaan topografi yang seragam dan ekonomi yang homogen.
2.    Pola Sejajar, terjadi akibat adanya perkembangan sepanjang jalan, lembah, sungai dan pantai.
3.    Pola Merumpun, terjadi pada kota-kota yang berhubungan dengan pertambangan dan topografi agak datar.
Macam-macam jenis kondisi topografi wilayah, dibedakan menurut kelerengannya, yaitu :
1.    Datar è 0-9,9%
2.    Perbukitan è 10-24,9%
3.    Pegunungan è >25%
Topografi mempengaruhi :
1.    Aliran drainase
2.    Jaringan jalan atau kesesuaian akses dan sirkulasi
3.    Perumahan dan permukiman
4.    Wilayah potensial untuk kegiatan tertentu
5.    Mencegah dari bahaya kecelakaan topografi
Macam-macam Bentuk Kota
1.    Kota Sungai
·         Terbentuk oleh permukiman yang terletak ditepi sungai/pada pertemuan dua atau beberapa sungai
·         Sungai menjadi jalur transportasi utama yang menghubungkan keluar
·         Sungai membelah beberapa bagian kota
·         Contoh : Kota Samarinda
2.    Kota Pelabuhan Alam
·         Dibentuk oleh cekungan yang mengarah ke laut
·         Pola jaringan jalan pada umumnya mengikuti karakter kontur, yaitu membentuk jari-jari mengikuti lengkung cekungan
·         Jalur utamamenghubungkan bagian atas dan bagian bawah kota secara total
·         Contoh : Kota Cilacap
3.    Kota Pertahanan Alam
·         Dibentuk oleh lingkungan dan tapak
·         Dibangun dengan pemanfaatan sifat kontur
·         Bagian strategis pada puncak kontur dimanfaatkan sebagai jalur keluar masuk kota
·         Contoh : Kota Troy
4.    Kota Punggung Bukit
·         Bentuknya mengadopsi konfigurasi bentuk dn ketinggian lereng
·         Jaringan jalan utama sejajar dengan mengikuti bentuk lereng
·         Menunjukkan kesesuaian antara buatan manusia dan alam
·         Contoh : Kota Ragusa di Italia
5.    Kota Puncak Bukit
·         Dibangun dengan memanfaaatkan bentuk dari bukit
·         Cenderung melingkar membentuk seperti kubah
·         Bangunan utama berada di puncak dan jaringan jalannya membentuk lingkaran konsentris mulai dari puncak sampai ke bawah
·         Contoh : Kabupaten Istria di Kroasia
6.    Kota Lereng Bukit
·         Lokasinya berada di depanjang lereng bukit dan membentuk teras-teras bertingkat
·         Pemandangannya cenderung menghadap ke arah lembah
·         Contoh : Kota Assisi di Italia