Pengikut

Senin, 30 Mei 2016

Pendidikan Setara Untuk Mereka di Pinggiran Kota



Sejak duduk di bangku Sekolah Dasar tentu kita sudah sangat akrab dengan kata ‘Pendidikan’. Ya, pendidikan yang secara sederhana merupakan kegiatan belajar yang wajib ditempuh selama 12 tahun ini merupakan satu dari sekian banyaknya komponen penting yang ada di dalam Kependudukan. Secara lebih detail, arti dari pendidikan yaitu suatu pembelajaran, pengetahuan, keterampilan, dan kebiasaan sekelompok orang yang diturunkan satu generasi ke generasi berikutnya melalui pengajaran, pelatihan, atau penelitian.

Karena setiap orang dianggap memiliki hak untuk mendapatkan pendidikan sejak usia dini, dan diharapkan anak-anak Indonesia mampu mengembangkan potensi dirinya di masa yang akan datang maka dikeluarkanlah Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional yang mengamanatkan “bahwa setiap warga negara yang berusia 7-15 tahun wajib untuk menempuh pendidikan selama 9 tahun atau dari tingkat Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP)”.  Untuk melaksanakan program wajib belajar 9 tahun sebagai payung hukumnya disebutkan bahwa dilaksanakannya program wajib belajar ini untuk memberikan pelayanan pendidikan dasar kepada seluruh masyarakat Indonesia tanpa membedakan latar belakang, suku, sosial, budaya, dan ekonomi dan di danai langsung oleh pemerintah tanpa memberatkan orang tua. 
Setiap ada peraturan yang dikeluarkan tentu akan menimbulkan pro dan kontra di dalamnya. Kontra yang ada di sini tentunya tidak jauh-jauh dari permasalahan ekonomi masyarakat Indonesia. Namun, pemerintah tentu tak tinggal diam dengan hal ini. Tidak hanya mengeluarkan PP yang mewajibkan setiap warga menempuh pendidikan selama 9 tahun, sejak tahun 2012 silam pemerintah juga memfasilitasi program tersebut dengan program ‘pendamping’ yang disebut BOS atau “Bantuan Operasional Sekolah”. Dana BOS memiliki beberapa tujuan seperti :

1. Untuk membebaskan pungutan bagi seluruh siswa SD/SDLB negeri dan SMP/SMPLB/SMPT (Terbuka) biaya operasi sekolah, kecuali pada Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) dan Sekolah Bertaraf Internasional (SBI)
2. Membebaskan pungutan seluruh siswa miskin  dari seluruh pungutan dalam bentuk apapun, baik di sekolah neger maupun swasta
3. Meringankan beban biaya operasi sekolah bagi siswa di sekolah swasta

Sejak dikeluarkan pada tahun 2012, Bantuan Operasional Sekolah ini pun memiliki Landasan Hukum kebijakan penyaluran dan pengelolaan yang dapat mengkoordinasi dengan baik penyaluran dana BOS, diantaranya :
1.Peraturan Menteri Keuangan NO.201/PMK.07/2011 tentang Pedoman Umum dan Alokasi Bos Tahun Anggaran 2012
2. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No.51/2011 Tentang Petunjuk Teknis Penggunaan Dana BOS dan Laporan Keuangan BOS Tahun Anggaran 2012
3. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 62 Tahun 2011 Tentang Pedoman Pengelolaan BOS.

Dengan adanya bantuan seperti ini yang menggratiskan kegiatan belajar mengajar pemerintah berharap tidak ada lagi anak putus sekolah. Bahkan sejak tahun 2012 presiden Susilo Bambang Yudhoyono mulai merintis program wajib belajar 12 tahun yang artinya bantuan dana BOS juga akan diberikan pada siswa SMA/SMK/MA/Sederajat. Hal ini tentunya didasari dengan harapan agar kedepannya Indonesia dapat menyiapkan Sumber Daya Manusia yang berkualitas, unggul, dan komperatif di era globalisasi.
Lalu, sudahkah program-program yang diberikan pemerintah terealisasi sesuai dengan harapan?

Ditengah terbentuknya sebuah program belajar ternyata banyak warga kurang mampu yang tidak bisa membiayai pendidikan anaknya sehingga ditemukan kasus putus sekolah. Program wajib belajar ternyata tidak mengubah banyak kehidupan masyarakat seperti masih banyak anak-anak usia 7-15 tahun tidak bersekolah akibat ekonomi yang rendah sehingga mereka lebih memilih untuk bekerja daripada bersekolah. Bahkan kita sering melihat anak anak di pinggir jalan yang sedang berjualan koran, mengamen, bahkan meminta-minta hanya untuk memenuhi kebutuhan pangannya. Ironis bukan? Hal ini seharusnya menjadi sseuatu yang patut untuk diperhatikan, memang biaya pendidikan sudah menjadi tanggungan pemerintah tetapi bagaimana kebutuhan hidup anak tersebut? Diitengah keadaan ekonomi yang pas-pasan tentunya mereka lebih memilih untuk bekerja membantu memenuhi kehidupan keluarga dibanding harus bersekolah.

Dan, bagaimana pula dengan kasus putus sekolah?
Ya, banyak pula anak-anak yang terpaksa putus sekolah, karena biaya hidup yang tidak memadai. Bahkan di beberapa sekolah masih ada penarikan biaya seperti biaya buku, les, dan sebagainya. Tentu ini akan memberatkan bagi masyarakat yang memiliki ekonomi rendah. Seringkali banyak siswa yang ditagih untuk membayar suatu biaya iuran, padahal biaya untuk makan satu hari saja masih susah untuk dicari. Kemudian banyak pula masalah lain diluar permasalahan ekonomi yang berkaitan erat dengan penataan kota seperti banyak sekolah yang akses perjalanannya jauh bahkan berbahaya untuk dilewati, banyak gedung sekolah yang sudah tidak layak untuk ditempati terpaksa masih digunakan sebagai sarana belajar-mengajar dikarenakan tidak tersedianya fasilitas gedung sekolah baru. Seharusnya di dalam penataan sebuah kota kita dapat membangun sekolah-sekolah yang berjarak dekat dengan pemukiman penduduk terutama di pelosok pelosok desa ataupun pinggiran kota. Selain itu kita juga bisa membangun sebuah jalan sebagai akses yang memudahkan para pelajar pergi ke sekolah. Keberadaan sekolah yang dekat dan juga akses jalan yang tidak berbahaya tentu membantu memudahkan mereka untuk cepat sampai ke sekolah. Dan tentunya, kita dapat membangun sebuah gedung sekolah baru yang layak untuk digunakan oleh para siswa dan guru untuk beraktfitas sehingga kegiatan belajar disekolah dapat berlangsung dengan baik. Hal ini tentunya dapat dipikirkan –oleh aku, kamu, kita, dan calon-calon planner lain-  sebagai sesuatu yang harus segeradirealisasikan. Sampai kapan kita hanya diam melihat mereka berjalan kaki berkilo-kilo jauhnya atau melewati sungai bahkan jurang yang berbahaya?

Disinilah dibutuhkan peranan pemerintah untuk membantu mereka, dan disinilah saatnya kita berkontribusi bersama untuk membantu anak bangsa serta membantu terwujudnya program wajib belajar 12 tahun agar semua anak dapat mendapatkan haknya untuk mendapatkan pendidikan, tidak ada lagi pekerja dibawah umur, tidak ada lagi anak anak yang harus melewati jalan jalan berbahaya untuk sampai ke sekolahnya,dengan begitu tentu Indonesia dapat melahirkan SDM yang berkualitas sehingga mampu bersaing dengan baik di era globalisasi.

Gambar seorang anak kecil yang sedang mengumpulkan sampah
Sumber : Dokumentasi Penulis

Penampakan gedung sekolah yang kurang memadai
Sumber : http://www.kalokatague.blogspot.com

Gambar dua anak sekolah yang sedang melewati jalan yang berbahaya untuk sampai ke sekolah
Sumber : http://www.keepo.me.com







Sumber Referensi :
http://id.m.wikipedia.org.wiki/Pendidikan
http://khamdanguru.wordpress.com/2012/03/13/analisis-kebijakan-wajib-belajar-9-tahun-khamdan-m-pd/
http://kemenag.go.id>file>dokumen>uu2003
http://m.hukumonline.com/berita/baca/mk-diminta-tetapkan-wajib-belajar-12-tahun
http://bos.kemdikbud.go.id






Kamis, 26 Mei 2016

BOOK WITH BLUE COVER -EKC Ngeblog Week 27

Book with blue cover! Heum. Niatnya mau bahas banyak buku, tapi daripada entar cuma jadi wacana dan akhirnya kebablasan ga ngeblog lagi seperti minggu kemarin akhirnya ngebahas 1 buku berwarna biru cantik juga jadi xD
"Untukku, sekedar jarak tak bisa membuat dua hati menjadi jauh. Pengkhianatanlah yang membuatnya. Tidak hanya menciptakan jarak, tapi juga sekat. Dunia bisa menciptakan segalanya untuk meniadakan jarak, tapi tak bisa menghapus sekat itu. Kepercayaan yang kedua mungkin bisa menghapusnya, tapi bagaimana aku bisa memercayai seseorang yang tidak paham makna kepercayaan? Long distance relationship tidak cukup hanya saling percaya, tapi juga bagaimana menjadi orang yang bisa dipercaya"
Wah wah bahasannya mulai berat nih, berat untuk gue bahas maksudnya hiks *oke fokus fokus*
Jadi, novel yang satu ini merupakan karangan dari 5 penulis sekaligus yang menyatukan kisah kisah pacaran jarak jauh alias LDR di dalam novel Crazy Love : LDR ini. Dihiasi dengan warna cover simple yang membuat hati adem ayem dan merindukan pacar yang jauh disana *ehem isi 5 cerita di novel ini pun ga kalah okelah sama tampilan luarnya.
Distancer distancer yang mulai lelah disiksa rindu dan mulai terserang penyakit curigaan mantep banget buat ngebaca buku ini, banyak kisah yang bisa bikin kalian semua berpikir "iya ya bener bener gw banget" dan banyak cerita perjuangan yang bikin kalian berpikir bahwa terpilih menjadi Distancer itu hebat! Iya hebat, ngobrol sama gadget, mandangin gadget, jadi pemburu signal, jadi pemburu kuota murah, dan itu udah nyenengin banget. Apalagi kalo ketemu? Jauh dari kata bosen bosenan deh. Well, inti dari semua cerita yang ada di buku ini cuma ada satu. Kepercayaan. Karena kepercayaan itu penting. Saat lo ngasih kepercayaan ke orang yang lo sayang, percaya sama apa yang dia bilang, lo bakal lebih tenang dan lebih dapat mempertahankan hubungan yang dianggap orang lain mustahil ini. Dan pada saat lo bisa menjaga kepercayaan yang dikasih seseorang, lo udah jadi orang luarbiasa yang patut mendapatkan kebahagiaan.
Salam LDR! Wahaha

Kamis, 28 April 2016

Book Become A Movie *EKC NGEBLOG WEEK 25*

"Book become a movie" menjadi tema yang dipilih di Minggu ke 25 kegiatan EKC Ngeblog.
Jadi, disini kita disuruh untuk cari novel-novel yang udah di jadiin film dan kasih pendapat soal novel tersebut.
Bicara soal Novel yang diangkat menjadi sebuah film gue sebenernya ga terlalu bisa buat ngebahasnya. Alasannya pertama gue lebih sering nonton filmnya dulu baru tau kalo itu film diangkat dari sebuah novel blabla,kedua, kalo udah baca novel dan suatu hari cerita di novel tersebut di filmkan gw udah males nonton karena takut dari awal sampe akhir film semua yang gw harapin sesuai kaya novel bakal beda banget. Nah disini gw bakal bahas novel novel yang udah naik ke layar lebar seperti...
1. 7 Hari Menembus Waktu
Novel 7 Hari Menembus Waktu karya Charon ini jadi salah satu novel kesukaan gue pas jaman SMP. Waktu denger ini novel difilmkan jelas seneng banget, tapi belum sempat nonton udah dapetin review yang tidak terlalu memuaskan, apalagi di karakter Michael yang seharusnya berusia 8 tahun diubah jadi 18 tahun. Kalau di masa lalu Michael udah 18 tahun berarti dia jauh banget lebih tua dari Marissa dong kalo pas Marissanya kembali ke masa sekarang? Ntahlah...
Hasil gambar untuk 7 hari menembus waktu

2. Eiffel I'm In Love
Nah kalo novel yang satu ini entah kenapa baik novelnya maupun filmnya sama sama seru buat gw. Kisah Tita yang pada film diperankan oleh Shandy Aulia dan Adit yang diperankan oleh Samuel Rizal bener bener apik sesuai dengan cerita di novel. Manis manis romantisnya juga dapet banget waktu Adit-Intan, Tita-Ergi double date dan berujung Ergi babak belur digebukin Adit garagara udah meringkuhin Tita. Intinya khayalan kisah manis Adit dan Tita di novel bener bener terealisasi di Filmnya juga lah menurut gue. Mantep!
 Hasil gambar untuk novel eiffel i'm in love

3. Hafalan Shalat Delisa
Dari sekian banyaknya novel karangan Tere Liye, gue paling suka sama Hafalan Shalat Delisa. Menyentuh hati, pasti. Tersentuh sama perjuangan Delisa kecil yang harus kehilangan ibunya tapi memiliki sosok ayah yang luar biasa bener bener bikin gue betah baca novel ini berkali kali bahkan nonton filmnya berkali kali (you know filmnya hampir selalu tayang tiap ada perayaan hari hari besar). Termotivasi dari Delisa di novel dan sosok Delisa yang sangat bersemangat, agak banyak omong, dan apa adanya diperankan begitu baik sama si cantik Chantiq Schagerl. Good Job, child!
Itulah beberapa novel yang diangkat menjadi sebuah film.
Hasil gambar untuk novel hafalan shalat delisa 

 Secara keseluruhan karya karya seniman dalam negeri sudah luar biasa bisa menciptakan Novel dan Film yang berbobot. Hal ini tentunya bisa jadi motivasi untuk kita semua calon calon penulis atau sutradara untuk mengembalikan Indonesia menjadi Negara dengan Karya yang mampu bersaing dengan olahan luar negeri. Babay!!

Sabtu, 16 April 2016

Book From 'Your Initial' Author - EKC NGEBLOG WEEK 24

Hayhay, selamat sabtu malam para anak muda yang sedang menikmati malam ini dengan kebahagiaan luar biasa maupun yang sedang galau tiada tara. Di malam minggu yang ditemani dengan curah hujan berintensitas tinggi dan petir yang menyambar seperti di film film horor gw kembali membawakan tulisan super gaje dalam kegiatan mingguan EKC Ngeblog bertema "Book From 'Your Initial' Author". Jadi, di tema kali ini kita akan bahas nama nama Author yang initialnya sama kaya nama kita dan buku buku yang udah di hasilkannya.
Oke,  berhubung nama gw adalah Marry Jane, eh maaf maaf, maksudnya Muthia (ini serius nama gw di akta, di ijazah, di sertifikat semuanya emang Muthia dengan 'ada huruf 'h'nya, bukan karena digaul gaulin :" ) jadi gw bakal bahas penulis yang berawalan huruf D! *ditembak mati* gw bakal bahas author yang memiliki nama berawalan huruf M juga.
Yang pertama kita akan membahas Penulis yang berasal dari Negeri sendiri yaitu Ibu Marga Tjoa. Wanita kelahiran Jakarta, 27 Januari 1943 ini lebih dikenal dengan nama Marga T. Disetiap karyanya.
Sejak kecil Bu Marga sudah sering banget nulis loh. Karangan-karangannya juga sempat dimuat di majalah sekolahnya. Bu Marga memiliki prinsip yang mungkin bisa kita terapin sebagai calon calon penulis yaitu "Masyarakat berhak memilih bacaan yang disukainya, tapi penulis tidak. Ia harus membaca tulisan siapa pun," Jadi, ga rugi dong biaya yang udah kita keluarin buat beli buku karangan orang lain? Hihi.
Nah ini adalah beberapa karya Bu Marga T.
1969 - Rumahku adalah Istanaku
1971 - Karmila
1974 - Badai Pasti Berlalu
1976 - Gema Sebuah Hati
1976 - Bukan Impian Semusim
1977 - Sepotong Hati Tua
1979 - Lagu Cinta: kumpulan cerpen
Mungkin sudah banyak yang familier dengan novel novel diatas. Salah satunya "Badai Pasti Berlalu" yap, novel yang juga laris manis ketika diangkat menjadi sebuah film ini udah ga asing lagi deh ditelinga, filmnya biasa tayang menjelang hari hari besar seperti lebaran gitu hihi. Novel ini mengisahkan tentang jalan hidup seorang wanita bernama Sisca yang kayanya punya banyak masalah, mulai dari ditinggal nikah calon suaminya, jatuh cinta sama cowo yang dia kita cuma jadiin dia bahan taruhan, ketemu cowo kampret dan terpaksa harus nikah sama orang itu, kehilangan anak, namun diakhir dia mendapatkan kembali semua kebahagiaan yang seharusnya memang menjadi miliknya.
Oke, setelah memperkenalkan penulis kebanggaan Indonesia, kita akan sedikit berjalan jalan untuk mencari Author asal luar negeri. Dan, ini dia Maya Angelou! Maya wanita asal Amerika yang lahir pada tahun 1928. Selain penulis, wanita hebat ini juga berprofesi sebagai Penyair, Aktivis, Penari, Produser Sutradara, Aktris, dan seorang Profesor.
Maya mempunyai karya terbaik dan paling booming yang berjudul "I Know Why the Caged Bird Sings" tapi sayang, kita gabisa bahas soal buku ini sekarang, karena... Gw juga belum baca :") mungkin next time buku ini bisa masuk di minggu minggu EKC selanjutnya.
Sekian dulu tulisan yang gw buat minggu ini. Selamat berlibur. Babayyy:)

Jumat, 01 April 2016

Book About Marriage *EKC NGE-Blog Week 23*

Halooooo, Hppy Friday yaps selamat tanggal muda dan selamat hidup sejahtera wahai anak anak kos yang budiman wkwk

Seperti biasa saya ngeblog lagi dengan alasan mengikuti kegiatan mingguan yang saya yakin apa itu dengan tema yang lumayan membingungkan yaitu "Book About Marriage" sempet bingung buku mana yang mau saya bahas disini sampe ga ada niatan ngeblog haha tapi kebetulan banget main kerumah temen yang kamarnya kaya toko buku, ngobrak abrik buku bukunya dan ketemulah sebuah novel berjudul "Romantisme Nikah Dini" karangan Likha Alhamaliah xD Tanpa babibu saya langsung minjem buku itu dan baca walaupun dengan tatapan aneh dari temen saya yang ngisyaratin 'dari sekian banyaknya novel kenapa milih cerita soal nikah? Kebelet nikah lu?' Wkw

Jadi buku Romantisme Nikah Dini yang ditulis oleh seorang Novelis asal Balikpapan, bukan saya loh, saya masih otw *ignore* ini mengisahkan tentang remaja bernama Mei yang sangat mengasihi ibunya dan Vember yang ganteng juga berprestasi serta menjadi idaman kaum hawa yang sangat mengasihi ayahnya. Dikisahkan mereka berdua samasama dipaksa menikah oleh orang orang terkasih mereka. Menolak? Tentu saja sudah dilakukan, tapi mereka tidak bisa menolak terlalu keras kepada orang tua masing masing. Hingga akhirnya Mei dan Vember dipertemukan dalam ikatan pernikahan. Kepiawaian ka Likha dalam memainkan tokoh Mei dan Vember hingga memunculkan sebuah ikatan cinta antara keduanya bener bener wah lah disini.

Di novel ini juga banyak bagian dimana Mei dan Vember mengalami masalah-masalah dalam pernikahan. Ya jangankan pernikahan, yang pacaran aja suka banyak masalah *eh tapi satu persatu permasalahan disini bisa mereka atasi sampai Mei yang selalu dianggap anak kecil kedatangan sesosok 'anak kecil' buah hatinya dengan Vember.
Di novel ini bener bener berisi pemaparan gimana sih nantinya kalo suatu saat kita harus menikah di usia dini? Menghadapi keegoisan masing masing. Ya semua dibahas disini, mulai dari konflik yang sering muncul, masalah demi masalah, hingga kebahagiaan yang datang dalam kehidupan baru ini.

Well kalo penasaran sama novel ini atau ada yang lagi punya niatan untuk nikah dini silahkan dibeli novelnyaaaa :p seeyaaaa readers!

Sabtu, 19 Maret 2016

Nametag

Nametag. Siapa sih yang gatau nametag? Kayanya dari jaman SD telinga kita semua udah ga asing dengan yang namanya nametag. Apasih nametag itu? Cuma semacam kertas nama yang dikaitkan biar orang tau siapa nama kita? Penting? Ga!
Mungkin itu filosofi nametag di mata orang orang yang belum pernah merasa seakrab(?)ini dengan nametag.

Dimulai dari "Kegiatan Pengembangan Karakter Mahasiswa ITK(KPKM)" saat kami diberi penugasan. Banyak yang saran macem macem apa atribut yang mau kami pake dari pake pita di tangan lah di leher lah, sampe setelah disuruh memikirkan esensi dan berpikir layaknya mahasiswa maka di sepakatilah bahwa kami akan memakai "Nametag" sebagai sebagai sarana agar teman seangkatan maupun senior bisa tau nama kami.

Nametag pertama pun keluar. Kami mulai pake nametag di Hari Senin setelah kegiatan KPKM sabtu yang lalu. Tapi ternyata Nametag yang kami pakai belum bener karena kecil, tidak keliatan,dsb. Terjadi beberapa kali revisi dan terkadang bikin yaaa beberapa orang hampir mengalami naik darah gegara persoalan si nametag ini, banyak yang suka males malesan pakenya. Tapi, sebuah kertas kecil ber-laminating berisi Nama, Prodi, dan Kampus ini berhasil membuat kami mengenal satu sama lain. Benda ini juga membuat senior bisa menyebut nama kami saat sosialisasi, dan benda ini menempatkan dirinya sebagai salah satu tanggung jawab kami setiap hari. Benda ini bisa dibilang menjadi salah satu benda penting setelah Handphone, karena kalo nametag ketinggalan rasanya luar biasa ga tenang. Lewat sini ga tenang, lewat sana ga tenang, ketemu temen seangkatan ga tenang, ketemu senior makin makin lagi ga tenang dan rasanya pengen pake jubah menghilangnya Harry Potter selama di kampus.

Tapi sekarang Nametag ini akan tertaruh rapi disuatu sudut kamar, diam menunggu kita dari kampus tercinta, ga ikut lagi dalam setiap agenda, dia hanya menjadi sepotong kertas yang menjadi saksi bahwa kami pernah menjadi seorang MABA. Dia yang menjadi penugasan pertama dari senior-senior kami, ya.. kami. Angkatan 2015 yang pertama kali dikader oleh kakak sendiri yang luar biasa, yang ga sungkan menurunkan ilmunya dengan kami yang masih hobi bawa kelakuan SMA ke Kampus. Tapi, sekarang udah saatnya. Udah saatnya Mahasiswa Baru menjadi Mahasiswa yang sebenarnya yang seharusnya bisa berpikir sendiri tanpa harus melulu disuapi. Terlepasnya nametag dari kemeja atau jilbab kita bukan akhir dari semuanya. Ini adalah awal, awal yang dipercayakan para senior di tangan kita. Awal dari semua kata 'Selamat' dan tepuk tangan bahagia mereka yang menyiratkan sebuah harapan kalau adik adiknya bisa membanggakan nama KM dan ITK di Indonesia bahkan dunia.

Kontribusi nyata menunggu kita semua. Specta!

Sabtu, 12 Maret 2016

Books That Makes You Cry *EKC NGEBLOG WEEK 22*

Alohaaa, Happy Satnite! :* Di Hari Sabtu yang cerah tanpa menunggu fenomena gerhana matahari total seperti sabtu 2 minggu yang lalu izinkanlah saya untuk menuliskan review sebuah novel dengan tujuan untuk memenuhin kegiatan EKC Ngeblog Week 22 dengan tema "Books That Makes You Cry" yang diberikan oleh Vanesya #dihajar pembaca karena author kebanyakan bacot

Di tema kali ini, kita disuruh ngereview buku buku yang pernah bikin kita nangis pas ngebacanya, bukan karena di dalam buku itu ditaruhi bawang tapi karena isi di dalamnya sangat menyentuh hati *eaaaa
Fyi aja, selama aku baca buku jarang jarang buku itu bikin nangis atau gimana karena akhirnya happy ending, ketemu setan, atau tokohnya mati karena aku kebanyakan baca novel horor wkwk cuma teteup aja ada buku yang berhasil bikin aku baper dan yaaa.. nangis (dikit kok ga banyak) kaya novel  "GOODBYE, I LOVE YOU" nya Fifi Alfiana yang gabakal aku review sekarang karena udah pernah aku tulis buat EKC Ngeblog week-7 dan novel karangan Esti Kinasih yang berjudul "DIA,TANPA AKU"
Yak! Novel ini bener bener kubaca berulang kali dan berulangkali juga dia berhasil bikin aku bener bener luar biasa baper. Alasannya? Kalo ditanya alasannya mungkin kalian semua udah tau kenapa setelah membaca novel ini, selain itu siapa sih yang rela kehilangan cowo yang cinta dan perjuangannya sebesar Ronald? Dulu aku paling gasuka kalo nonton film atau baca buku yang pemeran cakepnya meninggal di akhir, tapi di novel ini aku bukan peduliin soal cakep atau engganya tapi gimana yaaa ngerasa banget sakit yang dialamin Ronald dan penyesalan yang dirasain Citra setelahnya.
Di bagian awal awal Ronald meninggal mungkin aku gasampe nangis, tapi waktu mendekati ending pas Ronald muncul lewat salah satu stasiun Radio misterius dan bisa ngobrol sama Citra, bener bener nguras air mata. Bahkan sampe mati pun dia masih sayang sama Citra :") ah intinta cerita ini luar biasa sumpah.

Sebenernya ada satu novel juga yang bikin aku nyaris nangis. Masih nyaris si tapi garagara si tokoh "Nathan" yang harus meninggal nih hiks, tau kan novel apaan? Tau dong pasti tau wahaha

Oke sekian dulu ah ngeblog gajenya:* mau istirahat dan memimpikan sang pangeran impian berwajah antagonis dulu hihi :*