Pengikut

Jumat, 31 Juli 2015

Long Distance RelationGoals

Terkadang cinta memang datang dalam situasi dan kondisi yang konyol
Situasi dan Kondisi yang kadang membuat orang lain menertawakannya karena tak bisa mereka pikirkan oleh logika dan mereka rasakan..
Tapi untukku, cinta bisa datang dimana saja
Bahkan cinta bisa datang diantara dua orang yang belum pernah bertemu sebelumnya
Ya, apa kau tahu rasanya? Apa kau pernah merasakannya?
Sekarang aku sedang berada dalam kisah cinta yang dianggap konyol ini. Aku terjebak dalam cinta yang begitu besar untuknya
Aku bisa merasakannya...
Rasa cinta yang sebenarnya....
****
"Udah rusak banget?!", tanyaku -yang lebih berteriak- kepada tukang service handphone
"Iya, kalo dibaikin paling idup 2/3 minggu"
"2 atau 3 minggu doang?!!!"
"Iya, abis itu paling mati lagi"
"Mati lagi?!!!"
Tukang service yang sebenernya juga temanku itu cuma melotot melihat ekspresiku yang dianggapnya berlebihan.
Gila, apa jadinya hidupku tanpa HP itu dan tanpa semua media sosialku? Arrrgghh!!
Hari berganti, minggu turut berlalu, dan bulan pun tak ketinggalan semakin berlalu. Aku yang seharusnya sudah lama vakum dari facebook gagal dan harus berkutat dengan satusatunya handphone yang masih bisa aku pakai. Handphone yang hanya bisa konek ke 1 media sosial. Facebook. Apa rasanya pulang sekolah hanya menghabiskan waktu di 1 media sosial itu?  Aku memang tipe orang yang ga suka jalan ga jelas keluar rumah atau sekedar keliling tanpa tujuan. Aku lebih senang berdiam diri di dalam rumah cantikku. Ya, Home sweet home.
Aku kembali online ke akun "muka buku" itu. Sekedar ngestalk cerita cerita Creepypasta, membaca novel online dan melihat dia yang ingin kulihat haha. Semua berjalan biasa saja, tak ada kegiatan lain selain membaca dan menunggu. Sampai seseorang mengadu padaku. Dia berkata di dalam sebuah grup ada seseorang yang menghina film favoritku. Memang sedang ngetrend saat itu menghina hina film luar dan membandingkannya dengan "copyan" lalu cari sensasi agar dibully dan terkenal. Cih, dasar kelakuan bocah!
Aku yang saat itu lumayan labil dan memang tipikal orang yang punya penyakit moody akut langsung join di grup itu.
1 jam... 2 jam, dan ya! Request joinku di accept. Aku mencari kiriman orang yang menghina film sihir favoritku.
Dapat! Ya, aku yang saat itu lagi panas panasnya ikutan ngata ngatain itu bocah dan dari sekian banyaknya orang yang ngatain dia ngerespon bullyanku. Hoho makin semangat aja kalo gini. Temanku yang mengadu itu udah berkali kali mengirimiku "Personal Message" agar aku sabar blablabla namun tak kuhiraukan.
Hal ini terjadi hingga 1 hari... 2 hari.. dan.. disinilah semuanya dimulai.
'Triingg' sebuah Personal Message atau Inbox masuk dari orang yang sama sekali tidak kukenal. Aku mengingat ngingat apakah aku pernah punya teman dengan nama seorang tokoh Marvel? Rasanya tidak. Aku segera membuka pesannya. Singkat, dan lebih ke arah 'sok kenal'
"Ada film Battle L.A tuh"
Aku yang terbingung bingung dan emang suka ga enak kalo ga ngegubris ngebalas seadanya dan berkata "dimana?"
Dia menyebutkan salah satu stasiun TV. Oh iya memang film itu sedang tayang dan memang aku gaada niatan mau nonton. Setelah sedikit berbasa basi soal film dia makin hobi nanya nanya kaya lagi interview lowongan kerja. Dugaanku benar. Dia emang sok kenal. Obrolan kami ternyata berlanjut karena dia emang superduper jago nyari bahan obrolan dan aku bukan tipe orang jahat yang tega diemin PM orang lain.
Ternyata dia juga anak grup yang baru ku masuki. Akhirnya kita ketemu di grup itu lagi. Aku dan dia ada di 1 wallpost bareng. Dia ga ngirauin aku dan aku pun begitu. Saat itu aku sedang sibuk ngobrol dengan orang lain dan dia sedang sibuk menggoda semua gadis yang sedang berkomentar macam "hey cewe add gw dong :*" "hey konfirm req gw dong" "hey cewe"
Dan saat itu juga aku ilfeel sama dia. Menurutku dia tipe cowo pecicilan yang hobi tebar pesona sama cewe cewe. Tipe cowo yang lebih bagus dijauhin sekaligus dimusuhin daripada ditemenin. Ya. Gua gasuka dia!
****
"Pokoknya kalo orang yang kemaren PM gua gabakal bales lagi!!"
"Triingg"
"Hay"
Eh orang yang kemaren. Aku udah bertekad buat ga bales.
"Hay"
"Bales dong"
Oke aku kalah. Aku ga tega nyuekinnya.
"Iya?", jawabku singkat
"Kayanya kita belum kenalan"
"Haha iya"
"Lu siapa?"
"Lah lu siapa?"
"Gua Pryant. Biasanya dipanggil sayang"
"Gua Meta. Panggil aja Princess"
"Njirr, lu pake the power of Syahrini ya"
"Enggalah. Eh lu pecicilan amat ya"
"Pecicilan gimana?"
"Ya pecicilan"
"Kan gua jomblo"
"Dasar jones"
"Sama aja kaya lu kan?"
Ya aku jomblo. Tapi aku bahagia dan sama sekali jauh dari kata 'ngenes'.
Semenjak percakapan percakapan kecil seperti itu kami mulai akrab. Dia rajin mengirimkan PM ke aku setiap hari. Setiap pulang sekolah atau setiap aku on Pm dan namanya selalu muncul pertama. Obrolan kita suka gajelas tapi kita berdua menikmatinya. Ya, haha.
Kami mulai intens ngobrol dan bully bullyan. Tiap hari. Sampai mungkin sekitar 1 bulan lamanya. Dia yang selalu ada tiap pertama aku bangun sampai aku menjelang tidur di malam hari. Kami berdua sudah mulai terbiasa chatting berdua hingga dia 'menghilang'
Sehari dua hari aku cuek saja karena ada atau gaada dia itu bukan urusanku dan itu bukan hal yang harus aku pedulikan. 3-4 hari aku bingung sendiri. Biasanya ada orang pecicilan yang siap bully bullyan sama aku tiap hari. Yang hobi ngirim banyak Personal Message kalo dicuekin. Tapi kok sekarang gaada? Eits tunggu. Aku bukannya ngerasa kehilangan atau apa. Aku hanya bingung. Inget ya, cuma bingung!
Aku mengarahkan cursor handphone ke arah Timeline. Pemilik akun bertema Marvel itu memenuhi Timelineku dengan tag romantisnya dengan pacarnya. Pryant. Dia sibuk bertag mesra ria dengan seorang gadis yang aku yakini adalah pacarnya. Dia juga sibuk Ngefacts temen temen facebooknya yang baru aja Hits di sosmed itu. Hey itu kan permainan ask.fm?! Ngapain di mainin disini? Dasar anak alay! Cih!
Aku ga peduli. Aku kembali pada kesibukan awal. Memperhatikan dan ngestalk sang pujangga pastinya haha.
Saat aku sedang sibuk sibuknya dia kembali mengirimiku PM.
"Hey Met"
"Apaan lu?", jawabku garang
"Kagak :v"
"Tumben lu baru nongol", dasar bego. Buat apa aku bilang tumben segala.
"Lu kangeng gua Met? Kangen kan? Iya kan?"
"Ngarep amat lu gua kangenin"
"Emang"
"Waks :v"
"Jadi lu ga kangen"
"Engga"
"Met, gua suka sama lu. Jadian yuk"
Tuhkan orang ini pecicilan. Bagusan gua gampar emang.
"Ogah"
"Kenapa?"
"Ya gamungkin lah. Gua baru kenal lu."
"Gua serius Met. Gua suka lu"
"Dasar jomblo"
"Gua punya pacar. Tapi ya gitu lah"
Punya pacar dan nembak gua?
"Gua udah mau putus Met"
"Bodo amat gua ga ngurus"
"Yee lu cemburu ya?"
"Met"
"Met"
"Udah tidur ya?"
"Good night Met"
Dasar cowo sialan. Dia pikir dia siapa? Seenaknya nembak aku. Aku ga suka dia dan aku yakin aku gabakal pernah suka sama dia. Ga akan! Dia cowo pecicilan yang bagusnya dikerjain dan sama sekali ga cocok dijadiin pacar. Yap.
****
"Met lu pacar gua bukan?"
"Bukan"
"Berarti gua berhayal"
"Hayalin apa?"
"Pacaran sama lo"
"Zzzzz"
Pertanyaan bodoh -dari sekian banyak pertanyaan bodohnya-yang datang dari Pryant hari ini setelah dia dengan bangganya memproklamirkan diri sebagai jomblo.

Selasa, 28 Juli 2015

EKC NGEBLOG WEEK-5 (9 Summers 10 Autumns)

Malam itu aku hanya mampu mengulum doa dalam bibirku. Hanya mampu mengayunkan jemari tanpatahu siapa yang akan  menggapainya. Mereka semakin menjeratku, tangan besar itu kian mencengkeram erat lengan lemah tak berisiku. Belumlah aku sempat melihat merah jingga kembang api di langit New York untuk kali pertamanya, belumlah aku merasakan euphoria hari kemerdekaan negara itu. Justru sekarang darahku tengah serasa membeku merasakan dinginnya permukaan pisau lipat dua orang tak ku kenal sewaktu menuju Stasiun Fleetwood.

Aloha, Wilujeung Morning readers kece! Minal Aidin Wal Faidzin dulu ya mwahmwah :*

Sesuai dengan tema EKC NGEBLOG kali ini yaitu 'The Journey' gue pengen ngreview novel yang menceritakan catatan perjalanan penulisnya yaitu Iwan Setyawan, seorang anak supir angkot dari Malang dari berhasil mendapat pekerjaan yang bagus di New York.

Seperti sinopsis yang udah gua tulisin di awal, Novel berjudul “9 Summer 10 Autmn, Dari Kota Apel ke The Big Apple” ini merupakan catatan perjalanan seorang anak supir angkot dari Malang yaitu Iwan Setyawan. Latar belakang keluarganya yang serba kekurangan membuat ia cukup merasakan perihnya hidup tapi itu malah membuatnya semakin berusaha dan tak menyurutkan mimpi mimpinya. Taraf ekonomi dan pendidikan keluarga yang rendah tak membuat orang tua Iwan pantang menyerah. Perjalanan yang ditempuh Iwan ini mungkin sangat cocok dibaca buat teenager2 yang baru mau menentukan masa depan atau baru masuk kuliah nih kaya TS *eaaaa* perjalanan dimulai ketika Iwan lulus SMA, ia mendapat undangan untuk masuk Institut Pertanian Bogor. Berkat perjuangan keras Iwan dan Orang Tuanya akhirnya, ia berhasil kuliah di IPB jurusan Statistika. Ia selalu yakin apa yang ia lakukan sekarang akan berimbas bagi kehidupannya mendatang. Kerja keras Iwan dan do’a dari keluarga membawanya ke gerbang kesuksesan. Setelah lulus dari IPB, Iwan diterima bekerja di AC Nielsen Jakarta sebagai data analyst selama 2 tahun, lalu di Danareksa Research Institute (DRI). Tak lama berkarier di DRI, Iwan mendapat tawaran yang mungkin aja kalo gua yang dapet langsung bilang "Yes" saat itu juga, yaitu sebagai data processing executive di Nielsen International Research di New York, AS. Berkesempatan untuk berkarier di perusahaan multinasional di negara Paman Sam vroh! Setelah 8 tahun berkarir di New York, Iwan berhasil menduduki posisi tinggi sebagai Director Internal Client Management di Nielsen Consumer Research, NewYork.

Bayangin aja seorang Iwan yang notabenenya anak seorang supir angkot bisa jadi Director Internal Client Management di NY, motivasinya sih gini silahkan tanya ke diri masing masing, kapan kita berani bermimpi seperti Iwan? Kapan kita mulai usaha buat ngewujudin mimpi mimpi itu? Tunggu tua?...........

Minggu, 26 Juli 2015

Back To School

"Ceritanya besok aja ya di sekolah", "Besok kita udah sekolah lagi ya?" , "Yah males banget tambah sebulan lagi dong liburannya", "Di sekolah liatnya muka muka lu lagi, bosen gue", "Gue suka kangen tidur siang nih kalo di sekolah", "ga biasa lagi nih bangun pagi"

Pernah denger kalimat kalimat gitu? Gue pernah dan sekarang kangen banget ngucapin semua kalimat diatas. Bahkan gua ngarep besok ada moment yang bikin gw bisa ngomongin hal itu. Yap berangkat sekolah.
Moment moment kembali ke sekolah setelah libur panjang ini memang kadang jadi Moment yang nyenengin dimana kita dibeliin perlengkapan baru, bisa ketemu temen baru (buat yang baru mau masuk sekolah baru), dan bisa ketemu doi lagi (buat yang suka jadi secret admirer disekolahnya nih) haha :p dan ga sedikit pula yang menjadikannya moment menyebalkan karena Harus kembali bangun pagi, dan kembali bertemu dengan ritual upacara bendera setiap Senin, gabisa nonton TV dari pagi sampai siang yang digantikan dengan acara nontonin papan tulis bisu yang udah menantikan untuk ditonton 1 bulan ini. Gue juga sebenernya tipe murid pemuja liburan, dulu setiap kali speaker udah mulai bunyi gua selalu excited dan ngarepin banget itu pengumuman libur, tiap kali ada desas desus libur tapi ternyata ga jadi gua jadi murid yang keliatan paling sedih dan kecewa*eaaa, tiap abis liburan panjang gua paling suka ngomong pengen cepet cepet pulang karena "Gue kangen rumah". Tapi entah kenapa gw selalu semangat banget banget di Hari Pertama kembali ke sekolah. Karena menurut gw sebenernya disitulah serunya. Moment moment kembali ke sekolah ini bakal kalian kangenin banget kalo udah lulus entar -gue nyeritain yang kangen ya, kalo ada yang ga kangen sih urusan lu dan gausah sombong-
Oke untuk yang udah ga sekolah bertahun tahun emang udah biasa aja, tapi untuk yang baru aja lulus kaya gue masih suka kangen kangen sama suasana SMA/SMK. Ga ada lagi moment nyiapin baju seragam, seru seruan cerita panjang lebar di hari pertama sekolah, upacara pertama, mastiin kalo guru guru masih sibuk halal bi halal biar kita ga belajar, makan makan ngeributin kantin, dan pastinya ngeliat dia (oke ini sekali lagi di khususkan buat yang hobi jadi secret admirer selama bertahun tahun)

Jadi, buat kalian yang masih bisa nikmatin moment seru kaya gitu dan masih berkesempatan buat akting mendadak amnesia beralasan lupa jalan ke sekolah segala macem jangan buang kesempatan sebagus ini *ngomong apasih* semua yang susah dan ngebetein bakal asik kalo dijalanin dengan ikhlas. Betul tidak? Betul lah pasti kalo gw yang ngomong mah :v

Mungkin abis ini anak anak yang besok sekolah pada ga setuju sama blog ini dan gue ga bakal peduli *oke abaikan*

Terima Kasih.
Salam :*

Sabtu, 25 Juli 2015

Alone

Jangan mudah percaya dengan suara yang kau dengar, bahkan dengan suara yang familiar sekalipun. bisa jadi itu hanyalah tipuan agar kau membukakan pintu untuknya.
.....


Suasana di sini bener bener Creepy sekarang! Aku mendadak harus tinggal sendirian di rumah karena orang tua –dan tentu saja adik ku satu satunya yang tidak mau ditinggal denganku- harus pergi menjenguk Pamannya Papa yang sedang sakit. Sebenarnya aku ga masalah harus sendiri di rumah kalau saja sekarang tidak ada suara hujan yang benar benar mengganggu telingaku. Aku takut suara hujan yang terlalu deras dan berasal dari genting! Ya benar. Sangat takut! Awalnya aku sudah mulai tenang karena suara di telingaku dapat menutupi suara hujan tersebut. Tapi tak cukup sampai disitu ternyata oknum berinisial ‘P.L.N’ berulah dengan mematikan listrik di daerah rumahku. Hebat! Haha, ya hebat. Kalian semua berhasil membangun suasana menyeramkan yang mengelilingi seorang gadis yang gemetaran di bawah selimutnya. Aku tak bisa mengambil penerangan, karena aku tidak tau dimana Mama menaruhnya dan kaki ku sedang sakit sekali akibat terjatuh dari motor kemaren –ini alasan aku ditinggal di rumah sebenarnya-
Satu satunya penerangan yang ada di tanganku saat ini hanyalah sebuah Handphone yang menyisakan 2 garis di layar baterainya.

Aku mulai membuka social mediaku dari handphone ini. Aku mulai tenang, tenang sebelum aku mendengar sebuah senandung dari luar sana. Siapa? Adakah tetanggku yang iseng bernyanyi di dekat rumahku pada saat hujan dan mati lampu seperti ini? Suara begitu lembut dan terputus putus. Aku bersyukur kakiku sedang sakit sekarang jadi aku tidak perlu melakukan pengecekan asal suara seperti di film film untuk mengobati rasa penasaranku. Suara itu pun hilang.
15 menit kemudian aku mendengar suara anak kecil tertawa. Mungkin mereka semua sudah datang,pikirku saat itu. Namun baru saja aku hendak berjalan keluar kamar sebuah pesan masuk ke HPku dan berbunyi
“Kami bawa kunci cadangan dan kami sudah di dalam sekarang. Tapi disini sangat gelap, kamu dimana? Bisa tolong bawakan lilin? Atau tunjukan saja dimana letak lilinnya.”
Aku berjalan mundur, kembali ke kasurku dan kembali menutup selimutku rapat rapat. Aku bukannya anak durhaka atau anak pemalas yang tidak mau menolong orang tuaku, tapi.. selama ini kami tidak pernah memiliki kunci cadangan dan Mama tidak pernah bertanya denganku soal letak lilin karena dialah yang paling tau. Siapa mereka? Aku ketakutan. Sangat ketakutan.
Nada SMS di HPku kembali berbunyi
“Hey kamu dimana? Apa kamu di kamar?”
Aku segera mengingat ngingat apakah pintu kamarku sudah  terkunci. Ya, sudah terkunci. Aku selalu mengunci kamar ini setiap kali aku masuk. Aku mendengar langkah sepatu di lantai bawah. Langkah yang sepertinya sedang mencari cari sesuatu. Kali ini aku sangat berharap lampu tidak akan menyala dengan cepat dan membuat penjahat di bawah menemukanku.
10 menit…20 menit…dan suara itupun hilang. Aku yakin mereka semua sudah pergi. Aku aman.

Tak lama kemudian aku mendengar suara mobil di luar. Itu pasti orang tuaku. Aku membuka kamar dan membukakan pintu  rumah untuk mereka. Aku memeluk Mama. Aku saangat ketakutan sekarang. sangat beruntung, lampu menyala tepat ketika orang tuaku datang dan membuatku melihat wajah wajah yang..ternyata sangat asing. Mereka bukan orang tuaku!! Aku mengambil langkah mundur dan melepaskan pelukanku
“Siapa kalian?”, tanyaku
Seorang pria dan wanita yang tersenyum sangat menyeramkan di depanku.
“Kami berpikir untuk memarkir mobil di depan sini dan ternyata itu memancingmu turun juga”,ucap sang pria
“Persis seperti informasi yang kita selidiki selama ini. Kau anak yang bodoh dan sembrono”
“Ucapkan selamat tinggal”
Aku melihat benda tajam itu mengarah ke mataku, dan.. semuanya gelap.

Oke, ini sebenernya gabungin dari true story yang akhirnya kecampur sama fiksi *pasti pada taulah yang mana bagian fiksinya*
Jadi TS ini newbie dan sama sekali ga  bisa ngarang Creepystory huhu #MaafkanTS #SayangiTS #SaveTS #JanganBullyAqoeh #AmvunQaqa

Terimakasih :*

Selasa, 21 Juli 2015

Sweet7mensives Distance


“Ngeselin banget sih” batinku saat itu
BlackBerry Messengernya lagi lagi berbunyi mendandakan pesan balasan dari Pryant sudah masuk.
“kamu kenapa sih?”, tulis Pryant di BBM
Pake nanya kenapa lagi. Ga peka banget. Aku mengganti Display Pictureku dengan foto sebuah quote yang berbunyi “I am not a perfect girl. I’ll annoy you, piss you off, say stupid stuff, and then take it back. But all that aside, you’ll never find a girl who loves you more than me” dan mengganti PMku dengn tema serupa. Ya bodoamat keliatan alay bin childish yang penting aku puas!
“PM sama DP kenapa?”,tanya Pryant lagi
“Ga kenapa napa”,jawabku singkat
“Boong”
“Bener, itu kebetulan aja dapet quotes bagus”, aku yakin Pryant pasti curiga karena aku bukan tipe orang yang mendewakan quotes di media social mana pun.
“Dih boong banget. Pasti gara gara Ica tadi ya?”
Lu masih nanya juga? Lu pikir gua gabakal kenapa napa liat lu muji muji cewe lain bilang dia Perfect, nyesel karena dia udah meninggal segala macem? Iyasih itu cewe adanya di cerita, tapi entah gimana cewe pasti agak “envy” liat cowonya muji muji cewe lain. Bener kan Girls? Tapi kata Pryant cuma aku yang kaya gitu. Ya, mungkin aku ini terlalu baperan. Aku juga mau menjadi orang yang cuek tidak peduli apapun kelakuannya, susah karena aku terlalu sayang sama dia. Tapi, aku bakal coba. Menjadi tak terlalu perasa dan tak terlalu peduli lagi.
“Udah, aku gapapa”,jawabku lagi
“Kamu tau kan aku ga suka kalo kamu boong sok ga ada apa apa?”,Tanya Pryant
“Iya, tau”
“Yaudah jujur”
“Ya envy dikit doang sih tadi”
“Tuhkan, coba bilang dari tadi jangan disembunyiin. Sayang, dia itu kan cuma di cerita lagian dia udah meninggal”
Iya tapi kan itu based on true story. Berarti itu cewe nyata. Damn!
“Maafin aku ya”,ucap Pryant
“Ngapain minta maaf? Gaada yang salah juga”
“Gapapa aku sayang banget sama kamu. Aku beruntung dapetin cewe sePerfect kamu”, sumpah ini kalimat ter-Bulshit yang aku dengar dari Pryant. Aku tak tersanjung, malah ngerasa makin gregetan dengernya. Dia pasti memujiku karena aku sedang marah saja sekarang. memang Pryant sering berkata begitu. Tapi malam ini semua terlihat seperti 1 bongkah gula manis yang penuh kebohongan.

“Kapan nelpon”, Tanya Pryant
“ga tau deh”,jawabku singkat
“Aku nungguin banget tau. Aku bela belain pulang sekarang supaya bisa telponan sama kamu”, ya tadi dia pamit mau pergi ke rakit dengan keluarganya mumpung masih liburan. Namun belakangan aku tau dia gajadi ikut.
“Nanti deh maleman”,aku emang udah janji bakal nelpon. Kenapa harus janji sih Meta? Zzz
“Oke aku tungguin banget pokoknya”,jawabnya
“Kalo kamu udah ngantuk tidur aja ntar telponan kapan kapan”
“Aku tungguin sampai jam berapa aja pokoknya”
Tumbenan amat dia keliatan sengebet ini.

Tepat jam 23.00 Wita yang berarti 22.00 WIB waktunya Pryant aku menelpon. Ya harus menunggu adikku yang aku yakin bakal ganggu banget kalo sampai dia denger aku nelpon Pryant. Beberapa kali yang mengangkat seorang wanita dan berkata “Maaf, nomor yang anda tuju sedang berada  di luar jangkauan” pasti deh di kampung Pryant signalnya darurat lagi. Aku kembali ngeBBM dia.
“Di luar jangkauan nih”
“Padahal ga darurat”,jawabnya
“Bentar aku coba lagi”
“Nonaktifin dulu baru aktifin lagi
“Udah banget, malah aku coba nelpon kamu juga di luar jangkauan.
Aku kemballi mencoba menelponnya. Tersambung. Dan….
“Hallo”,ucapnya di seberang sana.
“Hay. Ganggu ga?”
“Ya enggalah yang, kamu kenapa coba?”
“Gapapa”
“Boong banget. Itu jutekin aku”
“Engga kok”
“Engga apaan?”
“Engga jutek”
“Aku yang ngerasa”
Akhirnya kami membahas masalah yang tadi. Pryant sempat marah karena aku ga jujur dan selalu bilang gapapa tapi akhirnya dia ngebujukin aku. Ya momen yang paling aku suka adalah saat dia ngebujukin aku. Sweet vroh Xd
“Kita telponan bukan cuma mau berantem kan?”
“Engga”
“Sayang suara ayam di rumah kamu udah bunyi lagi. Dasar ayam aneh”,ucapnya mencoba menghiburku. Aku tertawa kecil. Tertawa yang makin menunjukkan suara tangisku. Ya aku menangis saat itu, dan Pryant tau aku ini manja banget. Dia berkali kali nanya “Kamu nangis kan? Jangan boong. Diem yang jangan nangis lagi”
“Jangan nangis lagi ya”,ucapnya
“Kamu rese tau ga”
“Maafin aku. Diem dong. Masa ‘MAMA’ cengeng banget dih”
Kali ini aku benar benar tertawa. Aku memang paling ga tahan mendengar kalimat itu. Ya aku dan Pryant punya 1 kata ejekan buat masing masing setiap kali kita mulai bully-bullyan dan kalimat tadi benar benar menggelikan.
“Apasih ‘ABIII. Abiii itu Babi? *eh maksudnya Baby?”, tanyaku saat membalas mengejek Pryant dengan sebutan alay yang diberikan mantan pacarnya.
“Yee mulai deh kampretnya keluar”,ucap Pryant lag. Kami berdua tertawa.
Aku sudah mulai melupakan kejadian tadi dan tiba tiba Pryant berkata dengan sok seriusnya
“Udah jam berapa ya ini?”
“Gatau”,jawabku
“Ya diliat sayang jam berapa sekarang”
“Jam 23. Waktu kamu kan”
“Kalo disana jam berapa berarti?’, ngapain tanya sih bisanya dia juga tau.
“Jam 24”, jawabku
“Ohh jam 24. Udah malem dong”
“Iya, kenapa emang?’
“Kamu ga inget apa gitu?”
“Apa?”
“Itu, berarti disana udah hari apa?”
Suara Pryant tiba tiba mendadak ga jelas.
“Halooo”
“Hey…”
“Woyyyy”, ucapku
“Coba deh kamu liat kalender”,ucapnya.
Aku melihat kalender di depanku dan, GOSH 20! Kenapa aku bisa lupa zz
“Happy Mensiversary Sayang”,ucapku di telepon
“Au ah bodo amat yang”,ucap Pryant sok ngambek
“Wah ini mensive kita ya. Yaampun. Aku excited nih yang”, ucapku seperti orang yang baru merasakan Mensiversary.
“Jahat banget sih lupa”
“Maaf maaf. Hppy Mnsv ya I Love You”,ucapku lagi
“Love You Too. Aku sayang banget tau ga sama kamu. Dasar jahat pake lupa”
“Maaf yang”
“Dih jadi beneran lupa?”
“Engga aku pura pura lupa aja biar surprise”
“Alesan kamu jelek banget hari ini”
“Hehe maafin ya”
“Huuu jangan tinggalin aku ya. Sama aku terus”
“Gamau aku mau pergi cari cogan”
“Yang sayang sama kamu itu aku bukan cogan cogan sono’
“Loh kamu sayang aku?”
“Banget”
“Aku juga sayang kamu kalo gitu”
“Ikut ikutan ga kreatif dasar”
“Aku emang ga kreatif tapi aku sayang banget sama kamu”
 Ya aku ngerasa Pryant romantis banget ngingetin tanggal mensive ke aku. Mungkin kedengeran lebay rayain mensive -dan menurut Jones Sirik rayain mensive karena takut ga bisa nyampe Annive, padahal kalo dia pacaran juga pasti ngerayain pfft- tapi kami bahagia. Aku bahagia. Kami memang dua orang penganut LDR. Tapi kebahagiaan kami ga kalah sama yang bisa ketemu setiap saat. Malah lebih bahagia. Saat LDR kalian bakal ngerasa arti kehadiran 1 sama lain, ngerasain gimana senengnya waktu bisa chatting sepanjang hari sama doi, bisa ngedenger gimana merdunya suara dia disana, dan bisa ngerasa dia dekat saat kita jauh.

Itu yang aku rasakan dengan Pryant. Cinta LDR yang kami jalani seperti kami memiliki dunia baru yang kami ciptakan untuk hubungan ini. Sejuta rasa dalam cinta yang bisa kami rasakan setiap hari. Kami memang gabisa bertemu seenaknya seperti orang lain, tapi kami bisa memiliki cinta disetiap detiknya, sayang disetiap kalimat yang tertulis, dan saling memiliki disetiap kata yang hanya bisa kami dengarkan dari seberang. Aku Mencintaimu.

Minggu, 12 Juli 2015

My Test My Adventure

Yap caption ngarang buatan gw diatas sebenernya buat ikutan event #IMud di Pengen kuliah.com dan sekarang pengen gw share di blog juga haha

Bermula dari kalimat singkat,
“ANDA DINYATAKAN TIDAK LULUS SELEKSI SNMPTN 2015” yang memang sudah kuduga bakal keluar sejak awal akhirnya terlihat jelas di layar handphone-ku. Ya, aku gagal. Aku gagal dalam ‘undian berhadiah’ SNMPTN dan kalimat diatas itu sama aja mengisyaratkan bahwa “Silahkan berjuang kembali di SBMPTN 2015” benar kan?

Bermodal keyakinan dan keinginan yang besar untuk kuliah mengantarkanku mengikuti SBMPTN 2015. Jenis ujian yang kutakuti itu kini harus aku ikuti demi masuk ke Perguruan Tinggi Negeri. Bagaimana aku memulai semua ini? Bukannya soal soal di SBMPTN nanti soal soal dari SMA? Sedangkan aku seorang anak SMK kan? Oke Gapapa. Optimis. Apalagi yang harus aku lakukan selain menyemangati diri sendiri? Semangat Muth!

Aku login ke laman sbmptn.ac.id dan langsung memulai pendaftaran. Saat itu aku bener bener ga ngeliat Passing Grade atau apapun, aku hanya mendaftar sesuai dengan Universitas dan Prodi yang benar benar aku minati. Administrasi Perpajakan (Universitas Brawijaya), Perencanaan Wilayah dan Kota (Institut Tekhnologi Kalimantan), dan Ilmu Hubungan Internasional (Universitas Gadjah Mada). 3 universitas pilihanku. Aku tergabung dalam kelompok ujian IPC (Campuran) yang berarti aku harus mengerjakan soal soal Saintek dan Soshum ditambah dengan TPA dalam 1 hari. Haha lucu memang anak SMK yang notabenenya ‘tertinggal’ dalam hal teori materi SBMPTN harus sesegera mungkin menyusul mempelajari soal soal Saintek, Soshum, dan TPA. Aku bingung, takut apalagi mendengar kabar kalau salah soal foto cetak kartu saja maka langsung dinyatakan ga lulus. Panlok yang aku hubungi pun tidak membalas emailku. Haha makin lucu aja ini tes.

Keyakinanku yang menggebu gebu di awal mulai terlihat surut sekarang. Bahkan terlihat sangat surut saat aku mulai mati matian mempelajari materi materi SBMPTN. Bermodalkan materi materi SBMPTN tahun tahun sebelumnya yang aku download dari internet, latuhan latihan sekaligus membaca materi materi di zenius, dan hobi bolak balik Grup SNMPTN/SBMPTN buat ngestalk postingan postingan tentang latihan soal SBMPTN, aku makin ngerasa semua itu susah. Mana mungkin dalam waktu yang kurang lebih hanya sebulan aku bisa mempelajari semuanya. Secara otodidak pula. Udah ga mungkin kayanya aku lolos di seleksi ini, apalagi aku bakal bersaing dengan anak anak SMA. Minder, ga percaya diri, ngerasa ga sanggup, beberapa kali pengen mundur sempat jadi beban di otak dalam minggu minggu menjelang SBMPTN. Apalagi aku melihat di Grup grup yang aku ikuti ada banyak sekali orang orang yang terlihat menguasai materi SBMPTN.
Namun, dibalik masa sulit untuk melawan ketidakyakinan diri sendiri keinginanku yang besar untuk masuk PTN kembali muncul. Aku sangat ingin kuliah, dan aku berpikir kalo aku mau mewujudkan keinginan besarku itu aku harus berusaha dan seenggaknya sekarang belum telat telat banget untuk aku usaha. Daripada hari hariku diisi dengan ketakutan mending dipake buat belajar kan? Yap. Akhirnnya semangatku kembali. Layaknya sebuah semangat dan sebuah harapan kecil yang muncul di tengah kalimat kalimat “SMK BISA. BISA BISA NANGIS. BISA NGARANG JAWABNYA” hahaha aku kembali mempelajari contoh contoh soal yang aku download, rajin menyimak ketika ada forum yang membahas cara mengerjakan sebuah soal, dan mulai menghapal beberapa kata yang baru aku lihat di TPA. Hingga tak terasa 9 Juni 2015 datang. Hari H yang ditunggu ribuan orang itu datang juga.

Aku berangkat pagi sekali dari rumah menuju ke Universitas Mulawarman Samarinda yang menjadi Panlokku. Sudah sangat ramai disana. Aku bergabung dengan beberapa orang yang tidak kukenal yang ternyata berasal dari luar Samarinda. Lagi lagi aku harus mendengar percakapan mereka bahwa setidaknya mereka menguasai 1 materi entah itu Soshum atau Saintek sesuai jurusannya masing masing di SMA. Jantungku makin ga karuan saking degdegannya pada saat itu. Tapi sekarang bukan waktunya mundur. Sekarang waktunya aku mensosialisasikan(?)apa yang kupelajari kemarin. Satu per satu soal ujian keluar sesuai dengan jamnya. Sekitar jam 15.30 WITA semua peserta dipersilhkan pulang kerumah. Bukannya lega ujiannya sudah selesai aku makin takut saja menunggu hasilnya sampai saat orang tuaku bertanya soal ujian aku cuma bisa jawab “ga tau nanti aja deh liat hasilnya 9 Juli” saking tidak yakinnya aku saat itu.

Waktu mulai berjalan. Aku sama sekali tidak pernah membahas SBMPTN dengan siapapun, aku terlalu takut melihat hasilnya 9 Juli nanti, berbeda dengan SNMPTN kemaren aku sempat pede 100% bahwa aku akan lulus. 1,2,3,4,5,6,7,8,dan 9 Juli sudah di depan mata. Pengumuman SBMPTN akan diumumkan tepat pukul 17.00 WIB dan di daerahku berarti pukul 18.00 WITA. Ya, menunggu waktu berbuka sekaligus menunggu hasil yang dinantikan ribuan peserta.

TENG! 18.00 WITA. Aku tidak langsung membuka website yang mengumumkan hasil SBMPTN. Aku malah sibuk online di media social dan melihat status status yang lewat tentang menunggu pengumuman dan tentang website yang error karena diakses ribuan orang. Entahlah saat itu aku malah senang websitenya error karena itu artinya aku ga perlu buka pengumumannya sekarang. Orang tuaku yang saat itu malah terlihat seperti seorang peserta SBMPTN malah memasang tampang tidak sabar menunggu kapan salah satu dari 11 situs itu bisa diakses. Aku sengaja memperlambat proses buka puasaku agar aku masih bisa berlama lama untuk tidak membuka pengumumannya, tapi makin aku memperlambat semuanya makin terlihat cepat. Aku harus kembali mencoba membuka salah satu dari 11 situs mirror tersebut. Beberapa situs yang kucoba masih tidak bisa hingga aku memutuskan untuk online lagi. Aku banyak melihat status dan mendapat kabar bahwa temanku tidak lolos seleksi SBMPTN. Langsung aja ucapan ngaco macam “gausah dibuka aja ya pengumumannya. Kayanya ga lolos deh ini” keluar dari mulutku. Apalagi ketika salah satu temanku yang sangat pintar di kelas mengatakan dia tidak lolos, makin dan makin minder aja. Tapi apapun itu aku harus menerima hasil usahaku sendiri. Inilah hasil usaha sendiri, jika gagal pun aku tetap bangga. Mungkin kalo gagal aku bakal langsung daftar UMPTN, mencoba di kedinasan, atau ya kerja aja. Tapi kerja apa? Susah kan cari kerja buat lulusan SMK doang? Tapi aku sangat berharap banyak di SBMPTN “dicoba lagi buruan”, suara orang tuaku langsung membuyarkn lamunanku yang penuh dengan kata tapi. Aku kembali mencoba mengakses salah satu situs. http://sbmptn.its.ac.id dan ya terbuka. Aku memasukkan nomor peserta dan tanggal lahirku tapi hasilnya masih kosong. Aku coba yang kedua kalinya ternyata pengumumannya berada di bawah. Aku scroll dan tanpa sadar aku berteriak bahwa aku LULUS. Ya aku LULUS di PTN dan Prodi yang sangat kuinginkan. Aku bersujud syukur dan tak hentihentinya bersyukur atas apa yang aku dapat saat ini. Berkali kali aku memperhatikan tulisan yang menyatakan bahwa aku diterima di Institut Tekhnologi Kalimantan prodi Perencanaan Wilayah dan Kota. Aku menangis begitu saja. Manusia memang suka menangis saat sedih maupun bahagia. Tapi cukup, aku tidak boleh berlebihan. seseorang berkata padaku ini baru awal. Awal dari semuanya, aku belum tau ujian apalagi yang harus aku hadapi kedepannya. Yap, ini bukan saatnya untuk kita semua berbangga hati tapi ini saatnya kita mempersiapkan diri untuk memulai sesuatu yang baru. Sesuatu yang akan kita petik haslnya beberapa tahun kedepan. Sesuatu yang insya allah bakal menentukan mu dibawa kemana kita nanti. Selamat buat kita semua, dan buat teman teman yang belum lulus mungkin rezeki kalian sedang menunggu di tes tes setelah ini. Ambil dan Selamat Berjuang. Good Luck :D

Kamis, 09 Juli 2015

There's Something About Horror Stories

Hell-O selamat sudah melewati kamis malam. Kali ini gua ngeblog bermodalkan ide gaje buat nulisin mitos mitos horor jadul yang gua percayain bener dulu xD oke tanpa basa basi lagi kaya nasi bungkus yang didiemin 3 hari *halah langsung simak aja cekidottt

1. TELEPON MISTERIUS. Hoho gua percaya banget sama desas desus telepon hantu dulu. Katanya sih ini hantu nomornya 12345678910 gitu terus harus ditelpon pake telepon rumah biar bisa konek. Katanya kalo kita nekat nelpon terus diangkat entar dia bakal narik kita dari telepon itu. Sumpah selama ada mitos begini gua suka purapura budeg kalo telepon rumah dering sampai diomelin emak :'v

2. NOMOR TELEPON HANTU. Masih hampir sejenis dengan yang pertama namun hantu yang ini lebih canggih.Dia udah bisa pake handphone. Gua lupa nomor pastinya, yang jelas katanya kalo kita nelpon dia bakal nyanyiin lagu "Bintang 14 harinya Kangen Band" atau "Tinggal Kenangannya Gaby"

3. SMS HANTU. Mungkin kalian sudah kenyang liat tulisan"Sebarkan sms ini ke 5 orang temen kalian atau nanti malam mayatku akan tidur disampingmu" okelah ini 5 gua maklumin masih soalnya gua percaya dan hobi ngesend all daripada di datengin, tapi yang lebih coeg kalo smsnya "Sebarkan sms ini ke 30 orang temanmu atau kamu harus membantu mencari kepalaku di bawah kasurmu" atau yang ngancem mau bunuh gua kan kamvret! Pernah baca Novel "Aku Mati Memeluk Boneka" yang mengangkat tema Sms teror seperti ini? Jika pernah berarti kalian pernah terpengaruh buat selalu ngirim sms beginian :'v

4. MISTERI LAGU TINGGAL KENANGAN. "Jangan dengerin lagu Gaby malam malam entar didatengin kaya kakak" itu yang selalu diomongin kaka sepupu gua dan ya gua gapernah dengerin lagu ini sampai habis paling sekilas doang kalo ada yang nyetel

5. PERI BIRU. Sms yang selalu gua dapet tiap deket bulan puasa kalo ada seorang peri yang meninggal karena Jomblo. Biasanya dia juga nyuruh kirim sms jugaini zz padahal kan kalo bulan puasa setan pada dikerangkeng? Eits ga semuanya :v

6. RADIO TENGAH MALAM. Gua selalu suka sama cerita cerita yang berhubungan dengan Radio xD ya sampai akhirnya denger beberapa cerita soal penelpon penelponmisterius yang suka isengin RJnya atau stasiun stasiun radio dadakan yang suka muncul tiba tiba tengah malam. Entahlah abis naca novel Donatus yang judulnya The Thir13en Ghosts sama Dia Tanpa Aku-nya Esti Kinasih gua makin percaya soal Setan radio ini. Hastag#ApaKamuKuatKayaAku? :'v

7. JANGAN MAIN DAKON. Nah ini emak gua selalu bilang jangan main dakon tengah malam. Tau dakon kan? Itu yang papan ada 8 bolongan yang jalannya satusatu, kalogatau kalian terlalu kudet berarti :v katanya kalo main dakon malam malam pas kita tidur ada hantu yang mainin dakonnya terus ngajak kita hihi

8. JANGAN MAIN ASIN NAGA TENGAH MALAM. Ini efek film Tusuk Jelangkungnya Marcella Zalianti jadi gua percaya kalo malam malam main asin naga bakal ketemu setan :'v

9. JANGAN KELUAR PAS HUJAN PANAS. Ini sih sampai sekarang juga gua percaya. Kenapa? Googling aja :v

10. JANGAN PANGGIL TUKANG SATE KALO KALIAN MAUNYA BELI MIE AYAM. POKOKNYA JANGAN!!!

11. MISS MISS BINDER. Buat yang cewe cewe pasti pada punya binder dan pasti ada ngoleksi kumpulan Miss Miss yang katanya itu semua Missnya udah meninggal atau apalah. Intinya zerem :'v

12. BINDER MINMIE. Pernah nemu Minmie yang matanya kebuka? Engga. Kata temen temen gw sih MinMie matanya di jahit gitu atau intinya itu Mata gabakal nisa kebuka lagi. Ya, mitos anak SD

13. RUMAH NENEK SIHIR. Jadi tiap kali gua nginep di salah satu daerah Samarinda katanya disitu ada rumah yang terpencil satusatunya diantar ribuan semak belukar. Tapi entahlahkayanya ini cuma khayalan anak kecil yang mau jadi Snow White wkwk

14. JANGAN KETUK PINTU DARI DALAM. Katanya kalo kita ngetuk ngetuk pintu dari dalam itu berarti manggil setan. Pernah nonton Film Bangsal 13? Disitu mitos soal Jangan Mengetuk dari dalam bener bener diangkat :v

15. JANGAN BELI NASI GORENG DI MALAM HARI. Kalo kalian gapunya duit.

16. JANGAN MENJEMUR PAKAIAN DI MALAM HARI, karena tidak bakal kering.

Oke inilah beberapa mitos atau cerita yang TS tau. Sebenernya masih ada banyak sih, cuma faktor P alias Pikun jadi gainget apa apa lagi :v

Bubye readers yang kecenya ga sekece TS, Seeyeah haha

Rabu, 08 Juli 2015

EKC NGEBLOG WEEK 4 -The Simple Cover- (CRASH INTO YOU)

Yaps. Crash Into You, adalah novel metropop yang gua rasa pas banget buat di review sesuai dengan tema minggu ke-4 kegiatan EKC Ngeblog dari Ka Dania.
The Simple Cover.

Novel karangan AliaZalea ini memang ga terlalu memusingkan soal 'cover menarik' untuk menarik perhatian pembaca.

Cover novel berwarna merah tua yang ditengahnya tergantung dua sepatu berwarna merah tua juga ini memang bener bener menunjukkan jati dirinya sebagai novel Metropop. Gua sebenernya bukan tipe orang yang hobi merhatiin cover sebuah buku, namun cover novel ini sempat menarik perhatian gua untuk beberapa menit di awal kedatangannya sebagai hadiah dari GPU *eaaa* Ya, tebakan pertama yang muncul adalah novel ini gabakal seru. Ditambah lagi karena gambar sepatu di cover depannya yang bisa aja bikin orang lain berpikir ini pasti kisah cinta cetek nan mainstream yang menceritakan tentang cewe atau cowo yang ketemu di toko sepatu atau berebut sepatu dan menjadi sebuah cinta *oke abaikan cerita gapenting ini*

Ternyata setelah membaca sinopsis dan isi novel keseluruhannya semua hipotesis ngaco gua terbukti bener bener ngaco. Novel ini mengisahkan seorang cewe bernama Nadia yang idupnya rada ga jelas ini bertemu kembali dengan temen -yang lebih cocok disebut musuh-lamanya, Kafka. Pertemuan tak terduga dengan cara tak terduga yang menghebohkan hidup Nadia ini nantinya yang akan menyadarkannya bahwa bocah SD iseng yang selalu mengganggunya enam hari dalam seminggu kini sudah menjadi seorang Dokter Muda ternama dan telah bertransformasi menjadi cowo 'superhot' yang bakal membuat jantungnya berdegup kencang seumur hidup.

Setelah kelar baca novel ini gw agak sok ngerti maksud dari si cover. Disitu sepasang sepatu wanita bergantung pada 1 tali yang menurut gw jelas banget pembaca bener bener ditunjukin bahwa novel ini menceritakan kisah panjang seorang wanita dan pria yang nantinya akan menggantungkan hidupnya satu sama lain. Terutama si tokoh wanita. Tokoh wanita yang akan merasa aman saat dia telah menggantungkan hidupnya dengan si pria. Seaman sepatu yang digantungkan pada sebuah tali. Nice

Sekian dulu review gajelasnya~

Kamis, 02 Juli 2015

Presiden Tak Terdengung

Jadi ceritanya tadi saya lagi bermain main di sekitar media sosial "mukabuku" dan akhirnya nemu postingan ini di salah satu grup Meme. Yah, foto singkat namun cukup menarik perhatian karena saya sendiri baru tau siapa mereka. Penasaran? Yuk simak ��

Mereka adalah Sjafruddin Prawiranegara dan Mr. Assaat yang pernah memimpin Indonesia pada masa-masa genting. Sayang, usia memimpin yang relatif singkat membuat nama kedua tokoh ini tidak dikenal. Padahal tanpa mereka, Indonesia bisa saja direbut kembali oleh penjajah karena kondisi pemerintahan dalam keadaaan kosong. Siapa sebenarnya mereka dan bagaimana perjalanan dalam memimpin Indonesia? Berikut ulasannya.

Kisah Sjafruddin Prawiranegara dan Assaat yang terlupakan
Sjafruddin Prawiranegara memimpin saat Presiden Soekarno dan Mohd Hatta di asingkan oleh Belanda pada Agresi Militer Belanda kedua. Saat itu Belanda habis-habisan menggempur Yogyakrta. Selain dua tokoh nasional tersebut,  Belanda juga menangkap pemimpin Indonesia lainnya untuk di asingkan ke Pulau Bangka. Belanda menyiarkan kabar bahwa Indonesia sudah bubar, karena pemimpin-pemimpinnya sudah mereka tawan.

Beruntung Sjafruddin Prawiranegara yang saat itu menjabat sebagai Menteri Kemakmuran sedang berada di Bukittinggi, Sumatra Barat sehingga terhindar dari pengasingan. Ia lantas mengusulkan untuk pembentukan pemerintahan darurat demi meneruskan pemerintahan RI. Hal ini senada dengan telegraf yang dikirmkan Ir Soekarno yang memberi kuasa kepada Sjafruddin Prawiranegara untuk memimpin pemerintahan.

Ia kemudian menggelar rapat pada 19 Desember 1948 yang bertempat di sebuah rumah dekat Ngarai Sianok Bukittinggi. Rapat tersebut dihadiri oleh Gubernur Sumatra Mr. T.M. Hasan yang langsung menyetujui pembentukan suatu Pemerintah Darurat Republik Indonesia (PDRI). Hal ini semata-mata dilakukan demi NKRI agar tidak mengalami kekosongan kekuasaan.

Akhirnya pada 22 Desember 1948, PDRI diproklamirkan dan Sjafruddin menjadi  pemimpinnya. Ia dibantu oleh kabinetnya diantaranya  T.M. Hasan, S.M. Rasjid, Lukman Hakim, Ir. Mananti Sitompul, Ir. Indracahya, dan Marjono Danubroto. Sementara Jenderal Sudirman tetap menjadi Panglima Besar Angkatan Perang.

PDRI saat itu menjadi satu-satunya musuh Belanda. Semua tokoh-tokohnya terus bergerak mengusir penjajah. Bahkan hingga sampai harus bermalam di hutan rimba untuk menghindakan diri dari serangan. Rombongan ini kerap tidur di semak belukar di pinggiran sungai Batanghari dan kekurangan pasokan bahan makanan. Namun hal tersebut tidak menyurutkan semangat pahlawan untuk mempertahankan kemerdekaan.

Perjuangan mereka ternyata membuahkan hasil. Pada pertengahan tahun 1949, posisi Belanda semakin terjepit karena agresi besar-besaran yang diluncurkan ke Indonesia mendapat kecaman internasional. Mereka tidak pernah berkuasa penuh dan akhirnya memilih berunding dengan utusan Soekarno-Hatta yang saat itu masih berstatus tawanan.

Akhirnya perundingan  menghasilkan Perjanjian Roem-Royen. Setelah perjanjian ini  Sjafruddin kemudian  mengembalikan pemerintahan kembali kepada Ir Soekarno pada 13 Juli 1949. Ini berarti masanya menjabat sebagai presiden selama kurang lebih delapan bulan untuk melanjutkan eksistensi Republik Indonesia.

Sementara itu Mr. Assaat pernah menjadi pemimpin Indonesia saat Indonesia mengalami gejolak yang sama. Tepatnya pada tahun 1949 Ia terpilih menjadi presiden saat republik ini menjadi bagian dari Republik Indonesia Serikat (RIS). RIS merupakan negara yang dibuat oleh Belanda dan terpisah dari NKRI.

Tepatnya setelah Konferensi Meja Bundar (KMB) dimana Belanda menetapkan Ir Soekarno dan Hatta menjadi presiden dan Perdana Menteri RIS. Itu berarti terjadi kekosongan kekuasaan di Republik Indonesia sendiri.

Tokoh Indonesia sudah membaca kelicikan Belanda yang akan menguasai Indonesia jika negeri ini mengalami kekosongan kekuasaan. Akhirnya dipilihlah Assaat sebagai Pemangku Sementara Jabatan Presiden RI. Jika Ia tidak berkuasa, Belanda tentu saja akan dengan mudah untuk menguasai Indonesia.

Akhirnya pada tanggal 15 Agustus 1950 RI dan RIS melebur menjadi  Negara Kesatuan Republik Indonesia. Artinya masa jabatan Assaat sebagai presiden RI  sekitar sembilan bulan. Kursi kepemimpinan kemudian dikembalikan lagi kepada Ir. Soekarno.

Perjuangan mereka tentu saja tidak bisa dipandang sebelah mata. Jika tidak ada keduanya, mungkin saja kisah Indonesia tidak seperti dalam buku sejarah yang kita baca di sekolah. Sayang, nama keduanya seolah hilang dan tidak diabadikan. Meski jasanya tidak kalah hebat dengan presiden yang memiliki catatan periode lima tahun atau lebih. ***